Ribuan Pasang Mata Terpukau! Spiritualitas dan Magisnya Tradisi Bali Menggema di Parade Gong Kebyar PKB 2026 - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

7/2/26

Ribuan Pasang Mata Terpukau! Spiritualitas dan Magisnya Tradisi Bali Menggema di Parade Gong Kebyar PKB 2026


Denpasar, dewatanews.com — Gemuruh gamelan dan aura magis panggung Ardha Candra, Art Center Denpasar, membius ribuan penonton saat Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026 digelar, Rabu (1/7) malam. Di tengah sorotan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung menyaksikan pertunjukan yang memadukan kekuatan tradisi, spiritualitas, dan kreativitas seni Bali yang memukau.

Kehadiran Gubernur Koster bersama jajaran kurator PKB langsung menjadi pusat perhatian. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, bahkan banyak yang memanfaatkan momen untuk berfoto bersama di sela pertunjukan yang berlangsung spektakuler.

Dua duta seni, Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar, tampil memukau dengan sajian penuh makna. Bangli, melalui Sekaa Gong Tirta Nirmala Ulundanu Batur dari Desa Adat Songan, membuka pentas dengan Tari Ratu Kebasan. Tarian sakral ini menggambarkan perjalanan spiritual manusia menuju penyucian diri, ditampilkan lewat gerak yang awalnya tenang lalu berkembang menjadi energi intens saat prosesi kerauhan berlangsung.

Atmosfer mistis begitu terasa melalui lompatan, hentakan, dan gerak spontan yang sarat simbol, mencerminkan pelepasan ego menuju kehendak alam semesta.

Tak kalah memikat, Kota Denpasar menghadirkan Tari Banda Yowana, karya yang menggambarkan semangat kebersamaan generasi muda. Dengan gerak dinamis dan kompak, tarian ini menjadi simbol solidaritas sekaligus pelestarian estetika tradisi yang terus hidup.

Puncak pertunjukan semakin memanas saat kedua duta menyuguhkan karya monumental bernuansa magis. Bangli menghadirkan Merujaklalang, interpretasi artistik dari ritus sakral Desa Songan dalam rangkaian pengabenan. Prosesi perebutan ilalang ditampilkan dramatis sebagai simbol penghancuran ego menuju pemurnian jiwa, berakhir pada makna keikhlasan dalam menghadapi kematian.

Sementara itu, Denpasar menutup malam dengan fragmentari Tamtam yang sarat filosofi. Kisah spiritual dua atma, Gina dan Gidul, membawa penonton pada perjalanan reinkarnasi, pertemuan lintas kehidupan, hingga penyatuan nilai Siwa-Buddha. Cerita ini menegaskan bahwa hidup adalah perjalanan panjang menuju penyucian diri dan pelepasan menuju swargaloka.

Gubernur Koster pun memberikan apresiasi tinggi atas penampilan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pesta Kesenian Bali bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang pelestarian nilai spiritual, sejarah, dan identitas budaya Bali yang terus diwariskan melalui karya-karya kreatif berakar kuat pada tradisi.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com