Tembus Jurnal Sinta, Mahasiswa Agroteknologi Unwar Paparkan Tugas Akhir Pengganti Skripsi - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/4/26

Tembus Jurnal Sinta, Mahasiswa Agroteknologi Unwar Paparkan Tugas Akhir Pengganti Skripsi


Denpasar, dewatanews.com — Upaya transformasi sistem kelulusan di perguruan tinggi terus bergulir. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa (Unwar) mulai menerapkan kebijakan kelulusan berbasis publikasi ilmiah. Mahasiswa yang berhasil menembus jurnal terakreditasi nasional (Sinta) kini tidak lagi diwajibkan menyusun skripsi konvensional melalui skema ini.

Kebijakan tersebut diwujudkan dalam ujian pemaparan tugas akhir pengganti skripsi yang ditempuh oleh salah satu mahasiswa Agroteknologi Unwar, Yeo Vinco. Karya ilmiahnya yang telah terbit di jurnal terakreditasi menjadi basis penilaian utama dalam forum akademis tersebut.

Yeo Vinco berhasil mencatatkan prestasinya dengan mempublikasikan artikel ilmiah pada Jurnal AJARCDE yang telah terakreditasi nasional peringkat Sinta 2. Penelitiannya yang bertajuk “Application of Light Color and Lighting Height on the Growth and Yield of Chrysanthemum Cut Flowers (Dendranthema grandiflora Tzelev)” menyoroti rekayasa teknologi pertanian terkini guna mengoptimalkan pertumbuhan tanaman hortikultura.

Analisis statistik riset Yeo menunjukkan tidak adanya interaksi yang signifikan antara variabel warna cahaya dan ketinggian lampu terhadap seluruh variabel pengamatan. Masing-masing faktor memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap performa tanaman krisan potong secara mandiri.

Penggunaan cahaya kuning terbukti memberikan respons pertumbuhan dan hasil terbaik pada faktor pengaruh warna cahaya. Berat bunga segar ekonomis tanaman tercatat mencapai 77,91 gram, atau melonjak sebesar 30,9 persen dibandingkan dengan tanaman yang menggunakan pencahayaan putih (59,49 gram). Waktu berbunga pertama juga menjadi lebih cepat, yakni 61,84 hari setelah tanam.

Posisi lampu pada ketinggian 2 meter menjadi titik paling optimal untuk distribusi dan intensitas cahaya berdasarkan faktor ketinggian pencahayaan. Sejumlah variabel pertumbuhan krusial—seperti tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter bunga, hingga panjang tangkai bunga—mengalami peningkatan sebesar 4,7 hingga 7 persen pada ketinggian ini, dibandingkan dengan ketinggian lampu 1 meter atau 3 meter. Berat bunga segar ekonomisnya pun menyentuh angka 74,47 gram, merepresentasikan kenaikan sebesar 15,1 persen jika dibandingkan dengan hasil pada ketinggian 3 meter.

Riset ini merekomendasikan aplikasi cahaya kuning dengan ketinggian lampu 2 meter sebagai kondisi paling ideal dalam budidaya krisan potong guna memaksimalkan produktivitas berdasarkan temuan tersebut. Penerapan praktis di lapangan tetap disarankan untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan lokal, termasuk dinamika sistem budidaya, ketinggian tempat, serta suhu setempat demi mencapai efisiensi yang maksimal.

Ketua Program Studi Agroteknologi FPST Unwar, Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan rektorat yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk memilih jalur kelulusan yang lebih progresif dan berbasis output riset yang diakui publik.

"Jadi kali ini kita berdasarkan SK Rektor, di mana tugas akhir tidak harus dalam bentuk skripsi, tetapi bisa dalam bentuk karya jurnal," ujar I Gusti Bagus Udayana saat membuka forum pemaparan tersebut di Denpasar (46).

Langkah progresif ini berakar pada regulasi nasional terbaru. Kebijakan Unwar tersebut berjalan selaras dengan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Aturan tersebut secara eksplisit memberikan kebebasan dan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih bentuk tugas akhir yang paling sesuai dengan minat, kompetensi, serta kemampuan individu mereka. 

Model kelulusan tidak lagi dikunci pada satu jalur kaku melalui payung hukum tersebut, melainkan membuka ruang inovasi yang berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa. Standar pengujian mutu akademis tidak berkurang meski jalur publikasi memberikan kebebasan dari penulisan dokumen skripsi yang tebal. Mahasiswa tetap wajib mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji dan komunitas akademik kampus.

I Gusti Bagus Udayana menegaskan, proses verifikasi kelayakan tetap berjalan ketat melalui mekanisme ujian akhir. "Namun proses tetap ada, proses ujian akhir yang sifatnya promosi. Sebagai bentuk sharing pengetahuan di lingkungan kampus," tuturnya menambahkan.

Format ujian yang bersifat promosi ini sengaja dirancang agar hasil riset mahasiswa tidak hanya berhenti di atas meja penguji atau tersimpan di rak perpustakaan. Forum terbuka ini membuat temuan baru mengenai teknologi pencahayaan tanaman dapat langsung didiskusikan, dikritisi, dan menjadi referensi ilmiah bagi mahasiswa serta dosen lainnya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar Unwar untuk terus meningkatkan penetrasi akademis di tingkat publikasi. Universitas secara aktif memacu peningkatan jumlah karya ilmiah, baik dalam bentuk artikel nasional terakreditasi SINTA maupun publikasi internasional yang dihasilkan oleh civitas akademika melalui penerbitan Surat Keputusan Rektor yang didasari oleh semangat transformasi ini.

Keberhasilan menembus peringkat Sinta 2 menjadi bukti konkrit bahwa metodologi dan substansi penelitian mahasiswa telah melewati proses peer-review yang ketat di tingkat nasional sebelum akhirnya diujikan di tingkat universitas. Langkah Agroteknologi Unwar ini diharapkan mampu memicu iklim riset yang lebih bergairah bagi mahasiswa lainnya sekaligus mempercepat masa studi tanpa menurunkan kualitas capaian pembelajaran lulusan.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com