Denpasar, dewatanews.com – Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 resmi dibuka di Denpasar, pada Kamis (4/6) dengan mengusung semangat memperkuat posisi Indonesia dalam membangun Wellness Economy yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Di tengah pertumbuhan pesat industri wellness dunia, hari pertama BWB Expo 2026 menegaskan pentingnya langkah strategis Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi kesehatan yang kuat, terintegrasi, serta mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.
Sorotan utama pembukaan expo hadir melalui Plenary Session bertajuk “Building Indonesia’s Wellness Economy: Towards a Globally Competitive and Sustainable Ecosystem”, yang mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah, sektor keuangan, industri, hingga praktisi kesehatan untuk membahas arah pengembangan Wellness Economy Indonesia.
Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai pembicara, di antaranya Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera; Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Metty Kusmayantie; serta Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kementerian Pariwisata RI, Hanifah.
Perspektif industri turut diperkuat melalui kehadiran CEO SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang, Regional CEO BRI Bali Nusra Hery Noercahya, serta Ketua Bali Medical Tourism Association dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes.. Diskusi dipandu oleh Guru Besar Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Ph.D.
Para panelis sepakat bahwa wellness kini tidak lagi sekadar menjadi tren gaya hidup. Sektor ini telah berkembang menjadi industri strategis yang berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Co-Founder sekaligus Managing Director Bali Wellness and Beauty Expo, Dr. Diah Permana, mengatakan Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu pusat wellness dunia.
“Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa, warisan budaya dan tradisi kesehatan yang telah hidup selama berabad-abad, serta jutaan pelaku UMKM yang kreatif dan inovatif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun Wellness Economy yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Diah, tema yang diangkat tahun ini mencerminkan kebutuhan akan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, industri, sektor keuangan, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem wellness nasional yang terintegrasi.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi industri wellness dunia. Sudah saatnya Indonesia mengambil peran lebih besar sebagai produsen inovasi, pusat pengembangan wellness, serta destinasi yang mampu menginspirasi dunia melalui kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, para pembicara juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi, peningkatan investasi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi layanan, serta dukungan terhadap UMKM sebagai fondasi utama pembangunan industri wellness yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain sesi pleno, hari pertama BWB Expo 2026 menghadirkan berbagai program yang mengusung pendekatan wellness secara holistik. Kegiatan diawali dengan sesi “Harmony of Tradition: Yoga Bali Kuno” yang mengangkat kearifan lokal Bali sebagai warisan praktik kesehatan tradisional yang masih relevan hingga kini.
Peserta juga mengikuti beragam sesi interaktif, mulai dari laughter yoga, diskusi kesehatan pencernaan dan nutrisi, hingga pembahasan kesehatan mental serta mindfulness di era modern. Perhatian khusus diberikan kepada generasi muda melalui sesi “Wellness Among Gen-Z: Redefining Balance, Identity, and Wellbeing in the Digital Era”, yang membahas tantangan dan peluang menjaga kesejahteraan diri di tengah perkembangan teknologi digital.
Di sisi lain, pelaku industri memanfaatkan momentum expo untuk memperkenalkan berbagai inovasi produk dan layanan terbaru melalui sesi presentasi bisnis serta forum jejaring bertajuk “Quantum Networking: New Codes of Building Meaningful Collaborations”, yang bertujuan membuka peluang kemitraan dan investasi baru.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan The Art of Balinese Fashion Show, menampilkan karya para desainer lokal yang memadukan unsur budaya, kreativitas, dan gaya hidup modern sebagai simbol harmonisasi antara tradisi dan inovasi.
Melalui penyelenggaraan BWB Expo 2026, para pemangku kepentingan berharap ajang ini menjadi katalisator lahirnya kolaborasi yang lebih erat dalam membangun Wellness Economy Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai platform yang mempertemukan pemerintah, industri, investor, akademisi, dan komunitas, BWB Expo 2026 diharapkan dapat mempercepat transformasi Indonesia menuju salah satu pusat wellness dan kecantikan berkelas dunia.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com