Meninggal Kaku di Kamar Kos, Polisi Tidak Temukan Tanda-Tanda Kekerasan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/4/26

Meninggal Kaku di Kamar Kos, Polisi Tidak Temukan Tanda-Tanda Kekerasan


Gianyar, dewatanews.com - Seorang pria asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya di Banjar Kebon, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Kamis (4/6/2026) siang.

Korban diketahui berinisial H.P. (31), seorang wiraswasta yang tinggal sementara di rumah kos milik Ni Made Roji.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 Wita. Informasi mengenai adanya warga yang ditemukan meninggal dunia diterima oleh Bhabinkamtibmas Desa Kedisan dan langsung diteruskan ke Polsek Tegallalang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Wiwin Wirahadi, S.H., M.H., didampingi Kanit Reskrim IPDA I Nengah Suardika, S.H., Pawas AIPTU I Komang Eka Agusana, bersama personel piket fungsi Polsek Tegallalang dan Tim Inafis Polres Gianyar, mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan pemilik rumah kos, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat hendak dibangunkan. Saksi mendatangi kamar korban karena hingga menjelang siang korban belum terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Saat tiba di kamar, korban masih berada di atas tempat tidur dalam posisi tidur. Namun ketika dibangunkan, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku. Menyadari kondisi tersebut, saksi kemudian memanggil adik kandung korban serta anaknya untuk memastikan keadaan korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal dunia. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Korban diketahui lahir di Banyuwangi pada 19 Mei 1994, beragama Islam, dan beralamat di Dusun Sumberwangi, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sekitar pukul 12.30 Wita, personel Polsek Tegallalang, petugas Puskesmas Tegallalang I, dan Tim Inafis Polres Gianyar tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas mengumpulkan keterangan para saksi dan memeriksa kondisi jenazah.

Usai proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, sekitar pukul 14.00 Wita jenazah dievakuasi ke RS Payangan dan dititipkan di ruang jenazah sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak keluarga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dr. Gusti Ayu Inten Krisna Dewi dari Puskesmas Tegallalang I, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Tim medis menemukan beberapa kondisi pada tubuh korban, di antaranya lidah tergigit serta lebam pada bagian punggung dan dada. Namun demikian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka yang mengarah pada tindak pidana. Selain itu, tidak ditemukan keluarnya kotoran dari anus korban.

Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, korban diduga meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.

Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Wiwin Wirahadi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan keluarga korban. Namun berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis sementara, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.

“Kami telah melakukan olah TKP bersama Tim Inafis dan tenaga medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” ujarnya.

Kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna memastikan seluruh fakta terkait penyebab kematian korban.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com