Hadirkan Spirit Agraris dan Taksu Budaya, Tabanan Memukau di Peed Aya PKB XLVIII 2026 - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/14/26

Hadirkan Spirit Agraris dan Taksu Budaya, Tabanan Memukau di Peed Aya PKB XLVIII 2026


Tabanan, dewatanews.com — Kekayaan tradisi dan kuatnya spirit agraris ditampilkan dengan penuh taksu oleh Kontingen Kabupaten Tabanan dalam ajang Peed Aya (pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Penampilan yang sarat makna ini sukses mencuri perhatian publik saat pembukaan yang digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6).

Mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, Tabanan tampil memukau dengan balutan seni, adat, dan nilai spiritual yang merepresentasikan jati diri masyarakatnya. Harmoni antara tradisi dan kehidupan agraris menjadi benang merah yang menghidupkan setiap sajian dalam barisan pawai.

Peed Aya secara resmi dilepas oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, didampingi Wakil Menteri Pariwisata RI serta Ketua DPRD Provinsi Bali. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir menyaksikan kemegahan parade budaya tahunan tersebut.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, hadir langsung mendampingi kontingen. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap para seniman dan pelaku budaya yang tampil.

Di barisan terdepan, Jegeg Bagus Tabanan tampil anggun mengenakan Payas Agung khas Tabanan, mencerminkan sosok masyarakat Tabanan era baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Kehadiran empat anak yang mengiringi menjadi simbol pelestarian identitas budaya melalui tradisi penamaan Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut, sekaligus dukungan terhadap keberlangsungan generasi Bali.

Penampilan semakin semarak dengan hadirnya Uparengga serta Tari Jayaning Singasana AUM yang mencerminkan semangat pembangunan dan kemajuan daerah. Nuansa agraris semakin kuat melalui penampilan Okokan, kesenian tradisional khas Tabanan yang sarat nilai historis dan spiritual.

Tak hanya itu, kontingen juga menghadirkan Barong Bangkung, Barong Macan, dan Barong Lembu dalam konsep Tri Murti melalui ritual Mapetuk Agung, diiringi Tabuh Bebolangan khas Paiketan Seniman Jayaning Singasana. Sebagai puncak, pertunjukan tematik Kunti Seraya disajikan dengan pesan mendalam tentang penyucian diri, kemenangan dharma, dan keharmonisan hidup.

Penampilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan para seniman dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni budaya Bali. Hal ini juga sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Bupati Sanjaya menyebut PKB sebagai panggung prestisius bagi para seniman untuk menunjukkan kualitas terbaik sekaligus memperkenalkan budaya Bali ke kancah yang lebih luas.

“Ini adalah ajang luar biasa, gengsinya seni budaya Bali. Tabanan sangat mendukung dan kami bangga melihat seniman tampil dengan kualitas yang luar biasa. Semoga semakin banyak generasi muda yang terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga mengapresiasi semangat para seniman dan generasi muda yang terus menjaga taksu budaya daerah.

“Kami bangga melihat dedikasi generasi muda dalam melestarikan budaya. Semoga warisan leluhur ini terus dijaga dan diwariskan,” ungkapnya.

Penampilan Tabanan di PKB tahun ini tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan—menguatkan identitas, menjaga warisan, dan meneguhkan budaya Bali di tengah arus zaman.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com