Denpasar, dewatanews.com – Pemerintah Provinsi Bali semakin serius mewujudkan Bali Mandiri Energi dengan mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan. Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah proyek percontohan pembangkit listrik tenaga arus laut di Nusa Penida.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Energi Laut Terbarukan yang digelar Selasa (30/6) di Denpasar. Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyebut energi arus laut berpotensi menjadi solusi energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Bali Mandiri Energi adalah kebijakan strategis pemerintah. Bapak Gubernur juga terus mendorong penggunaan energi baru terbarukan, termasuk kendaraan listrik dan PLTS atap di sektor pemerintah, swasta, hingga pariwisata,” ujarnya.
Meski menjanjikan, proyek ini tidak bisa dijalankan sembarangan. Pemerintah menekankan pentingnya kajian menyeluruh terhadap dampak lingkungan, aktivitas pariwisata, jalur pelayaran, hingga sektor perikanan.
“Kami berharap masyarakat Nusa Penida ikut memberikan masukan dalam tahap pra-studi ini, agar proyek tidak mengganggu sektor lain dan justru memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. R. Dwi Susanto, Senior Research Scientist dari University of Maryland, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi arus laut. Berdasarkan studi USAID-SINAR dan EBTKE-ESDM, terdapat 32 selat yang layak dikembangkan, termasuk Nusa Penida.
“Teknologi pembangkit arus laut sudah terbukti andal dan layak secara komersial. Selain itu, tidak mengganggu estetika maupun aktivitas nelayan, pelayaran, dan pariwisata,” jelasnya.
Melalui pra-studi ini, Nusa Penida diharapkan menjadi proyek percontohan yang mampu membuktikan kelayakan energi arus laut sebagai sumber listrik masa depan, sekaligus membuka jalan bagi pengembangannya di berbagai wilayah Indonesia.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com