Gianyar, dewatanews.com - Dalam suasana penuh bhakti, rasa hormat, dan penghormatan terakhir yang luhur, Taman Dedari mempersembahkan tempat pelaksanaan pabasmian dan lembu putih sebagai bagian dari rangkaian Upacara Palebon Ida Pedanda Istri Purnama dari Griya Gede Simpangan Manuaba Bunutan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Upacara ini menjadi momentum sakral yang tidak hanya dimaknai sebagai prosesi pelepasan secara niskala, tetapi juga sebagai wujud penghormatan kepada perjalanan suci seorang sulinggih menuju sunya loka.
Pelataran Taman Dedari yang berada di kawasan Kedewatan dipilih sebagai lokasi pabasmian melalui rangkaian koordinasi dan persetujuan adat, sehingga dapat menjadi ruang suci yang mendukung terlaksananya prosesi sesuai tata nilai agama serta tradisi Bali.
Palebon yang dipuput oleh Pedanda Nabe, Ida Pedanda Gde Putra Mayun dari Griya Mayun Manuaba Banjar Bakbakan, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan ini didukung sepenuhnya oleh Puri Saren Agung Ubud sebagai bentuk sujud Bhakti dan rasa hormat kepada sulinggih serta pelestasrian warisan spiritual dan budaya Bali yang terus hidup dari berbagai generasi dengan dukungan dari semangat gotong royong dari krama atau masyarakat desa.
Sebagai bagian dari persembahan dalam upacara, digunakan sarana suci berupa Padma Putih Kuning dan Patulangan Lembu Putih yang dimaknai sebagai simbol kesucian serta pengantar perjalanan atma menuju alam yang lebih luhur. Dimana Petulangan Lembu Putih persembahan oleh undagi, Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, SE.,MM yang juga merupakan Pangelingsir Puri Saren Agung Ubud serta pemilik dari Taman Dedari ,The Royal Pita Maha Ubud.
Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, SE.,MM atau yang akrab disapa Cok De mengatakan menariknya prosesi palebon yang dilaksanakan di pelataran Taman Dedari.
"Ini merupakan moment yang luar biasa, dan tidak lupa berkata kepada masyarakat agar yadnya atau upacara dilaksanakan di tempat yang suci ,yang dimana banyak tempat yang ada dan tetap dipilih dilaksanakan upacara palebon di Taman Dedari The Royal Pita Maha." Jelas Cok De yang juga merupakan Guru Besar besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana.
"Ini sangat bagus buat kita sebagai pelajaran dan sebagai contoh yang akan datang bagaimana keberadaan bisnis, profesional bersinergi dengan sosial adat di Bali, "tambahnya.
Sementara putra almarhum Ida Bagus Suarbawa mengatakan tidak lupa berterima kasih kepada Puri Saren Agung Ubud terkait dengan dukungan penuh di acara palebon di Griya Gede Simpangan Manuaba Bunutan dan tempat pembasmian (pembakaran) di pelataran Taman Dedari The Royal Pita Maha Ubud.
Melalui persembahan ini, Taman Dedari menyampaikan penghormatan setulus-tulusnya kepada almarhum Ida Pedanda Istri Purnama, serta apresiasi kepada keluarga besar Griya Gede Simpangan Manuaba Bunutan, para sulinggih, krama adat, dan seluruh pihak yang telah ngayah demi terselenggaranya karya suci ini. Dumogi Ida Pedanda ngamolihang genah sane becik, suci, lan rahayu ring Sunya Loka.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com