HUT ke-57 PGSDT, Gubernur Koster Minta Kuatkan Keluarga Bali 4 Anak untuk Jaga Masa Depan Bali - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

5/24/26

HUT ke-57 PGSDT, Gubernur Koster Minta Kuatkan Keluarga Bali 4 Anak untuk Jaga Masa Depan Bali


Badung, dewatanews.com - Bali yang merupakan bagian dari Indonesia, memiliki luas 1,6 Km persegi dari jumlah Indonesia, dengan jumlah 4,4 juta jiwa. Hal ini tentu memprihatinkan bagi Bali terutama untuk tetap menghidupkan budaya Bali, melestarikan adat istiadat sekaligus menjaga populitas dan jumlah penduduk Bali. 

"Berkaca dari jumlah warga asli Bali yang semakin sedikit (1 Kepala Keluarga hanya memiliki 2 anak) disebabkan karena kebanyakan 1  keluarga memilih hanya memiliki 2 anak, sehingga anak ketiga (Nyoman) dan anak keempat (Ketut) hampir tidak ada lagi. Jika jumlah kita semakin sedikit, bagaimana caranya kita mampu mempertahankan dan melestarikan budaya Bali. Untuk itu, saya ajak setiap rumah tangga kembali memilih untuk memiliki 4 anak", tegas Gubernur Bali Wayan Koster.

Ditambahkannya, program 1 keluarga 1 sarjana sudah mulai digerakkan, yang bekerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi yang ada di Bali. Hal ini disampaikan Gubernur Koster saat memberikan sambutan serangkaian Dharma Santi dan HUT ke-57 Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) & HUT ke-6 Bala praja Tahun 2026, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (24/5).

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rasa bangganya terhadap paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan, yang hingga saat ini masih memegang teguh rasa persaudaraan dan mengutamakan prinsip saling asah, asih dan asuh dalam mengisi pembangunan dan melestarikan adat istiadat serta budaya Bali. 

"Saya minta paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan turut mendukung pembangunan Bali, salah satunya menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat Bali, agar senantiasa menjadikan Bali sebagai tempat ternyaman untuk semua orang, khususnya mereka yang menetap. Karena masa depan orang Bali tidak bisa dititipkan kepada orang lain dan hanya bisa di jaga oleh krama Bali itu sendiri", tegas Gubernur Koster.

Ditambahkannya, agar keberagaman yang dimiliki jangan sampai menjadi hambatan dalam membangun kesejahteraan masyarakat Bali.

"Pasemetonan sangat penting karena itu merupakan wujud bakti kita terhadap leluhur, namun jangan sampai menimbulkan fanatisme atau mengkotak-kotakkan diri" ujar Koster.

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) Provinsi Bali dirangkaikan dengan Dharma Santhi Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 ini, dilaksanakan sebagai momentum untuk membangkitkan rasa persaudaraan yang mulat sasira dan saling bekerjasama mewujudkan perdamaian bermasyarakat.

Ketua umum PGSDT Pusat, I Wayan Jarta menyampaikan hingga saat ini Para Gotra Sentana Dalem Tarukan memiliki ribuan anggota, dan memiliki Balapraja di seluruh Bali. Melalui peringatan HUT ke-57 tahun ini, momentum ini dijadikan untuk mengevaluasi program - program yang sebelumnya sudah dijalankan, sehingga mampu menumbuhkan semangat dan gotong royong meng-ajegkan kehidupan yang harmonis, mandiri, sukerta, gemah lipah loh jinawi yang berdasarkan atas Tri Hita Karana.

Hadir pula pada kesempatan ini Penglingsir Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, Sabha wiku Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT), Ida Shri RSI Dukuh Putra Bandem, Kepala Badan Kesbangpol dan sejumlah pejabat lainnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com