Strategi Promosi Pariwisata Likupang Dalam Mendukung Peningkatan Perekonomian Nasional - Dewata News

Breaking News

9/18/21

Strategi Promosi Pariwisata Likupang Dalam Mendukung Peningkatan Perekonomian Nasional

 

Jakarta, dewatanews.com - Likupang, surga bagi para pecinta pantai. Pertama kali mendengar nama Likupang, banyak yang menyangka itu adalah Kupang (NTT). Padahal, Likupang itu berada di Sulawesi, tepatnya di daerah paling utara di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, lho! Eksotisme pantai berpasir putih dan keelokan budayanya membuat Likupang mampu menjadi magnet bagi para wisatawan. 

 

Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo, mengadakan webinar “Likupang Rebound: Wisata Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Strategi Promosi Pariwisata Likupang dalam Mendukung Peningkatan Perekonomian Nasional” pada Sabtu, 18 September 2021, yang disiarkan melalui Zoom dan kanal YouTube DJIKP.

“Pariwisata, sesuai dengan RPJMN 2020-2024, memiliki nilai-nilai utama yang terdiri dari Pariwisata Berkelanjutan; SDM Terampil; Kepuasan Pengalaman; Diversifikasi Produk & Jasa; serta Adopsi Teknologi. Adaptasi teknologi dapat dilakukan para pelaku pariwisata dengan aplikasi super Jaringan Pariwisata JPHub”, Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim dalam sambutannya untuk mengawali webinar.

Kementerian Kominfo bersama Kementerian Parekraf mencanangkan program Pemulihan Ekonomi Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dengan penyediaan sinyal, pembangunan BTS, penyiapan sinyal 4G, dan mendukung pelatihan-pelatihan digital bagi pelaku UMKM dan Ultra Mikro bidang kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.

Hal ini didukung pula dengan apa yang disampaikan oleh Audy Sambul, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Minahasa Utara, yang menjelaskan bahwa dalam melaksanakan promosi pariwisata Minahasa Utara harus melibatkan pentahelix, salah satunya melalui bantuan akademisi dengan menciptakan aplikasi pariwisata Minahasa Utara yang akan diluncurkan pada tahun 2022. Branding wisata Likupang sendiri adalah Explore Likupang, yang telah ditetapkan oleh Menteri Parekraf, Sandiaga Uno.

“Promosi Pariwisata yang telah dilakukan di antranya adalan promosi di dalam dan luar negeri; Promosi melalui media sosial; Promosi melalui festival dan kegiatan, expo, FAM Trip Tour Operator; serta MICE atau wisata konvensi. Salah satunya seperti yang pelaksanaan festival di Marinsow, KEK Likupang, yang direncanakan pada bulan Oktober”, terangnya.

Likupang, Minahasa Utara, memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Sulawesi Utara. Likupang juga nemiliki banyak spot diving dengan keunikan biota laut dan karang yang merupakan perpaduan antara Bunaken dan Lembeh. Keunikan lain yang dapat dinikmati adalah satwa endemik Pulau Sulawesi seperti sang primata terkecil tarsius, rusa, serta wisata menyaksikan penyu bertelur.

Yudi Syahrial, Koordinator Sub Direktorat Maritim Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim juga turut berbicara terkait pentingnya pemulihan sektor pariwisata di era pandemi. Pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia, namun kita harus tetap optimis untuk memulihkan ekonomi di sektor pariwisata di Indonesia. Pemerintah mendukung upaya pemulihan tersebut dengan mengadakan webinar atau sosialisasi, vaksinasi, dan tetap melaksanakan protokol CHSE yang ketat.

“Ada tiga fase yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan pariwisata di Indonesia. Pertama, tanggap darurat dengan menginisiasi program perlindungan sosial dan mendorong kreativitas dan inovasi dari rumah. Kedua, pemulihan dengan membuka tempat wisata secara bertahap dengan memperhatikan protokol CHSE dan mendukung optimalisasi MICE”, tambahnya.

Ketiga, normalisasi; meningkatkan minat pasar dan diskon paket wisata dan MICE.
Jika kita berbicara promosi pariwisata, media sosial pun tidak dapat terlepas. Seperti hal yang disampaikan oleh Rulli Nasrullah, Pakar Media Sosial, bahwa ketika kita posting kegiatan pariwisata, hal tersebut bukan hanya untuk diri sendiri saja, akan tetapi bisa menjadi informasi bagi orang lain. Konten dan visualisasi yang baik mampu menjadi kekuatan dalam pemasaran digital yang dapat ‘membius’ calon wisatawan dan mampu menjadi top of mind dari suatu destinasi pariwisata.

“Dengan satu tweet atau postingan untuk meramaikan media sosial dapat membantu mempromosikan pariwisata di Indonesia, yaitu berbentuk endorse dimana secara tidak langsung memberikan rekomendasi, ulasan pribadi serta membuka ruang interaksi terkait pengalaman”, terangnya.

Ketika terdapat keterbatasan untuk melakukan promosi terutama acara offline, promosi dari pemerintah tidak akan cukup. Karenanya, diperlukan peran netizen dan penduduk Indonesia untuk melakukan publikasi dan amplifikasi pariwisata di Indonesia.


Webinar ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo dengan melibatkan lebih dari 250 orang peserta secara daring.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com