Ratusan Toko Non Essensial di Kawasan Ubud Ditutup - Dewata News

Breaking News

7/12/21

Ratusan Toko Non Essensial di Kawasan Ubud Ditutup

 

Gianyar, dewatanews.com - Ratusan Toko Non Essensial  di Ubud, Gianyar, Bali, terpaksa ditutup aparat gabungan, TNI / Polri Satpol PP, dua pupuh personil dilakukan serentak. Penutupan ini di sepanjang jalan Cok Gd Rai Peliatan, dan Jalan Raya Andong di sasar petugas. Jenis toko, pakian, Bengkel, Counter Hpdan toko non sembako semua ditutup.

Kapolsek Ubud AKP I Made Tama pada Senin (12/7) langsung memimpin operasi yang berlangsung sekitar dan mentarget seluruh toko non essensial. "Pedagang menerima penutupan ini karena ausah menjadi keputisan Gubernur Bali," ungkapnya.

Seolah tanpa kendala bahkan beberpa toko dengan sadar semdiri menutup tokonya tanpa perintah.

Sebelumnya juga susah dilakukan sosialisasi menggunakan mobil keliling semua wilayah Kecamatan Ubud. Keputusan penutupan toko non essensial ini mulai berlaku sejak, 10 hingga 20 juli mendatang.

Sementara Kapolsek Ubud memastikan tetap melaksanakan penertiban," tetap melaksanakan swiping dan berkesinambungan terhadapntoko yang kucing kucingan, dan kalau bandel akan dilakukan penegakan hukum", tambahnya.

Di Polsek Ubud , Gianyar sudah di tindaklanjuti sejak 11 juli, dan menyasar pusat keramaian lainnya seperti di jalur Monkey Forest. Khusus toko non essensial, sementara toko sembako masih diperkenankan buka sampai jam 20.00 malam.

Ditegaskan pula oprasi pendisiplinan ini akan di gelar setiap hari mulai pagi dengan membagi seluruh anggota Polsek Ubud untuk jangkauan yang lebih luas. (DN - CiN)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com