Kamala Harris, Diangkat Sumpah dengan Bhagawad Gita - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

11/9/20

Kamala Harris, Diangkat Sumpah dengan Bhagawad Gita

 

Washington, dewatanews.com - Siapa sangka, berdarah Imigran dari Ibu  India, Shyamala Gopalan, dan wafat tahun 2009 dan Bapak Jamaica dan beragama Hindu, sosok wanita cerdas Kemala Harris bisa terpilih menjadi wakil presiden Amerika Serikat.

Pendidikan lah yang membuka itu semua. Nyaris Ibunya tidak melanjutkan kuliah, tetapi tekad Sang Kakek Kamala bernama P.V Gopalan. Ia pegawai negeri India. Seorang Hindu-Tamil, yang hidupnya berpindah pindah dari Madras,  New Delhi, Caracas yang nekat menghabiskan tabungannya agar Ibunya kuliah ke Amerika dan akhirnya menjadi periset yang handal di California University.
Pertemuan di dunia aktivis perjuangan kaum Imigran di Amerika mempertemukan ibunya dengan Thomas J Harris  pengajar di Stanford University.
Perpaduan itulah Kamala lahir  di Oakland California. Dia juga lulus di California University dan berkarir sebagai Advokat yang handal dan terjun ke politik.
Walau orang tuanya cerai, Kamala tetap merawat semangat perjuangan dan intelektualnya dengan baik. Yang terpenting dia tetap menjaga tradisi Hindu tempat Ibunya berasal.

Kini, sejarah Amerika bagi umat Hindu disana terukir. Ada dua sejarah yang telah dibuat, menjadi orang Hindu pertama kali sebagai wakil presiden dan juga menjadi wanita pertamakali menjadi wakil presiden sejak 100 tahun lalu hak itu diperjuangkan. Tidak mudah membuat sejarah itu, tetapi di negara dengan tradisi jiwa besar demokrasi semua itu memungkinkan  karena rekam jejak perjuangan menjadi yang utama. Sama seperti halnya Obama sebelumnya dan presiden lain sebelumnya.

Pertamakali juga Pancama Weda Bhagawad Gita dijadikan tanda sumpah jabatan di negara adikuasa tersebut. Tentu menjadi kebanggaan bersama ketika kaum minoritas bisa diakui eksistensinya karena faktor kualitas bukan karena latar belakangnya.

Hidup kita sejatinya mewariskan sejarah setelah kita mati nanti. Sejarah apa yang ditorehkan ketika kita hidup dan bisa dikenang walau nanti kita sudah mati. Yang hidup dalam diri kita hanyalah tapak sejarah sementara jasad dan harta sudah tidak jelas berada dimana. (DN - MGA)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here