Dikeluhkan Wisatawan, Trantib Kecamatan Buleleng Ciduk Gepeng di Lovina - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

12/3/19

Dikeluhkan Wisatawan, Trantib Kecamatan Buleleng Ciduk Gepeng di Lovina


Buleleng, Dewata News. Com - Menyikapi keluhan masyarakat dan wisatawan di Kawasan Wisata Lovina, Trantib Kecamatan Buleleng dipimpin langsung Camat Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Senin (02/12) melakukan penertiban secara mendadak dan mengamankan 4 gepeng (gelandangan dan pengemis) yang tengah melakukan aksi di persimpangan lampu merah Lovina.

Dari 4 gepeng yang diamankan ke Kantor Kepala Desa Kalibukbuk, dua di antaranya masih duduk dibangku kelas V Sekolah Dasar di Desa Tianyar, Karangasem, sementara satu orang masih balita.

Camat Buleleng Dody Sukma Oktiva mengakui, dalam penertiban yang dilakukan secara mendadak atas permintaan Kepala Desa Kalibukbuk, 3 gepeng yang masih berusia anak-anak berhasil melarikan diri dan 4 orang langsung dilakukan pembinaan.

“Karena terlalu seringnya di simpang lima, traffic light Kalibukbuk, itu ada gepeng yang dimana kesehariannya sangat mengganggu bagi lalu lintas dan disana merupakan jalan utama. Berdasarkan banyak juga laporan dari para wisatawan yang ada disana kepada aparat pemerintah desa, maka kami melakukan penertiban,” jelasnya.  

Upaya penanganan yang dilakukan terhadap 4 gepeng yang berhasil diciduk tersebut, selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Buleleng untuk dikembalikan ke Karangasem. Bahkan, dari pengakuan dua gepeng yang diciduk itu mengaku tidak masuk sekolah untuk meminta-minta di Singaraja.

Upaya pengawasan akan terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Buleleng terhadap aksi-aksi gepeng yang mengemis pada sejumlah titik di wilayah Kecamatan Buleleng, utamanya di Singaraja dan Lovina. (DN - TiR).--

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com