Pura Bata Wangi, Blahbatuh, Diyakini Sebagai Tempat Memohon Taksu - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

10/5/19

Pura Bata Wangi, Blahbatuh, Diyakini Sebagai Tempat Memohon Taksu


Gianyar, Dewata News. Com - Karya Ngenteg Linggih Mamungkah Mapedudusan Wraspati Kalpa Agung, di Pura Bata Wangi Blahbatuh, Gianyar, Puncaknya baru akan di gelar pada 13 Oktober mendatang, bertepatan Redite Umanis Menail, Purnama Kapat.

Namun demikian karya yang akan dipuput Ida Pandita Dukuh Samiaga,  dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Ganda Kusuma, pada Puncak acara, kini persiapannya sudah mulai rampung.

Disamping itu karya juga melibatkan Ida Bhagawan Agra Segening, Ida Pedande Buda Sikara, Ida Dukuh Celagi, Ida  Bhagawan Wiweka Darma,   Ida Dujuh Istri Samiaga dan Pemangku.

Perangkat upacara  seperti sesajen juga sudah tergelar   sedangkan pada Sukra Paing, Wuku Matal, 4 Oktober, sudah dilakukan Upacara Mlaspas Uperengga, Nunas Tirta Pemuket dan Pakuluh oleh pemangku.

Redite Wage,  Wuku Uye, 6 Oktober akan dilaksanakan Upacara Negteg dan Nyangling, dilanjutkan pada  Wraspati Pon Uye, 10 Oktober, penyungsung akan melaksanakan Mepepe dan Memben dipuput Ida Bhagawan Agra Segening dan Ida Dukuh Istri Samiaga.

Mecaru Panca Rupa, Panca Kelud Di Pura Bata Wangi akan di puput Ida  Dukuh Samiaga, Ida Bhujangga Waisnawa Ganda Kusuma dan Ida Pedanda Buda Sikara pada Saniscara Wage, Wuku Uye, 10 Oktober.

Baru kemudian akan dilanjutkan Upacara Melasti menuju Pantai Saba, pada Saniscara Kliwon, Uye, Ida Bhagawan Agra Segening.

Puncak Karya, pada Redite Umanis, Menail, 13 Oktober mendatang akan dipuput Ida Dukuh Samiaga,  dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Ganda Kusuma.

Setelah dilakukan penganyaran pada, 14 dan 15 Oktober, Ngeremek Nyenuk, Kebat Daun dan Nyineb akan di laksanakan pada 16 Oktober 2019. I Nengah Pringgo, Manggala Karya Pura Bata Wangi, Blahbatuh,  sejatinya pemelaspas alit Pura  Bata Wangi sudah dilakukan sejak 19 pebruari 2019 lalu.


Upacara ini setelah selesainya pemugaran seluruh pelinggih termasuk, candi yang ada di pura ini. Ada dua Pelinggih yang disebut Pelinggih Bogeman,  yang di rancang, I Wayan R. Gika,  dan AA Gde Sudiarta,  dibangun menggunakan mayoritas bahan Bata Merah.

Sebagai Pelinggih Ida Bhatara Bhagawan Wiswakarma, dan Pelinggih Ida Bhatara Rambut Sedana,  yang  dituturkan para penglingsir sebagai Pura Taksun Jagat, dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya Arsitek.

Dari itu , di Pura ini audah sepatutnya disini dilakukan pemujaan oleh semua pihak umat sedharma. "Karena itu di puru ini seharusnya disungkemin seluruh umat dalam berbagai profesi", ungkapnya.

Di lakukan pembenahan, I Nengah Pringgo, menyebut tujuannya agar pura ini kembali baik,  dan umat dapat melakukan persembahyangan dengan nyaman. Ini juga diharapkan memberikan vibrasi ke  masyarakat secara umum dan sekaligus membangkitkan taksu pura. 

"Berharap pura ini memberikan vibrasi dan membangkitkan taksu pura", tambahnya.

Memohon Taksu kehadiran Ida Bhatara Bhagawan Wiswakarma, sebagai undagi sorga,   Lonceng yang terdapat di Balai Kulkul pun  akan dibunyikan saat upacara digelar. (DN - CiN)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com