Piodalan Alit Pura Pemayun Buleleng, Konon Menyimpan Keris "Pejenengan" Panji Sakti - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

8/28/19

Piodalan Alit Pura Pemayun Buleleng, Konon Menyimpan Keris "Pejenengan" Panji Sakti


Bertepatan dengan Piodalan Alit di Pura Pemayun Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal, Buleleng pada Buda Pahang, Rabu malam (28/08), Keluarga Besar Perantauan  (KBP) Banjar Tegal melalui Ketua-nya I Made Agus Suarnaya, SE didampingi  Penasehat / Dewan Pembina Drs. Made Sumardhana, SE menyerahkan dana punia sebesar Rp4,3 Juta diterima Prajurit Pura Pemayun. 

Penyerahan dana punia dari KBP Banjar Tegal itu dilakukan usai persembahyangan bersama warga krama bakti masyarakst Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal.

Selaku Prajuru Pura Pemayun Putuari Swastika menjelaskan telah rampung pelaksanaan rehab total "pwaregan" (dapur) yang menghabiskan pembiayaan kisaran Rp125 Juta. Dari anggaran pembiayaan pembangunan sebesar itu Rp75 Juta di antaranya merupakan bantuan dari Pemkab Buleleng, masing masing Rp25 Juta dari Kas Pura dan Krama Pesaren Pura Pemayun. 

Sementara dari dana swadaya, baik berupa bahan bangunan maupun dalam bentuk dana punia warga krama jika dinominalkan kisaran Rp90 Juta.

Seperti pernah diberitakan, di Pura Pemayun, Banjar Tegal konon tersimpan Keris  "Pejenengan" Anglurah Panji Sakti. Namun, hingga saat ini Keris "Pejenengan"  Panji Sakti itu belum pernah dibuka. Kenapa? 

Karena, baik Jro Mangku maupun Krama pengemplang belum ada yang berani' membukukan. Sehingga ada kekhawatiran dari kalangan warga krama, apakah "Pejenengan" Keris itu benar benar ada atau hanya gagangnya saja.

Pura Pemayun sebagai salah satu Pura yang ada di Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal, Buleleng, selain Pura Penaung, Pura Pemade (Pura Made) dan Pura Mas Penyeti. Pengempon Pura Mas Penyeti juga sebagai pengempon Pura Pidada yang berlokasi di pantai Pidada, Banyuasri, Buleleng.

Pada umumnya Pura Pura yang ada itu berawal dari Pura Panti, namun khusus Pura Pemayun ada menjadi tanggungan desa, seperti tembok penyengker sebelah selatan dan satu Pelinggih di antara Patungan dan Pelinggih Ratu Bhatara Ngurah Pemayun.

Terkait dengan "Pejenengan" Keris Panji Sakti, di Pura Pemayun memiliki Tarian Baris Demang Demung yang diibaratkan prajurit perang. Sebab, akhir dari tarian itu prajurit Demang dan Demung diajak "gebug" (gempur) Blambangan. - Made Tirthayasa -

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com