Keluarga Besar Suka Duka Perantauan Banjar Tegal "Mejaya-jaya" - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

7/28/19

Keluarga Besar Suka Duka Perantauan Banjar Tegal "Mejaya-jaya"


Buleleng, Dewata News. Com - Kelian Banjar Adat Banjar Tegal Jro Mangku Putu Santra didampingi Lurah Banjar Tegal Komang Suparta mengukuhkan Pengurus Keluarga Besar Suka Duka Perantauan Banjar Tegal ditandai dengan penyerahan Pataka di Balai Banjar Tegal, Buleieng, Sabtu malam (27/07).

Upacara pengukuhan diawali dengan upacara "Mejaya-jaya" dipuput Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Yasca Carya Manuaba. Kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama setelah Tri Sandra.

Selanjutnya, Ida Pandita Nabe Daksa Yadca Carya yang sebelum "mediksa"  bernama Prof. Dr. Nyoman Sucipta, kelahiran Banjar Tegal, Buleleng ini memberikan Dharmawan ana berdasarkan Weda. "Sejatinya kita adalah bersaudara", ujarnya.

Pengurus Keluarga Besar Suka Duka Perantauan Banjar Tegal periode 2019-2024 yang baru dikukuhkan sesuai Surat Keputusan Kelian Adat Banjar Tegal, dengan Ketua Made Suarnaya, SE menggantikan Gde Tegeh Mandiyasa.

Pengurus selain diperkuat para wakil ketua, juga Sekreraris I Nyoman Arya Wibawa, S.IP. dan Bendahara I Ketut Widiasa, SH serta dilengkapi Biro Humas dan Dokumentasi, Biro Sekretariatan, Biro Hukum dan Lingkungan Hidup, Biro Spiritual / Keagamaan dan Kesenian, Biro Kesehatan Masyarakst, Biro Perlengkapan dan Konsumsi, Pemuda dan Olahraga, Penggalian Dana serta Sosial dan Politik.

Sementara Penasehat / Dewan Pembina yang hadir malam itu, selain Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Yasca Carya Manuaba, juga Jero Mangku Drs. karena.Muliartha, MT, Brigjen Pol (Purn) Drs. I.G.Atang Wiguna, SH, Drs.Made Sumardhana, SE, dan Dr. Gede Wardana, SE, M.Si.

Rencana laporan pertanggungjawaban keuangan pengurus lama ditunda pelaksanaannya di Denpasar, karena mantan Ketua lama Gede Tegeh Mandiyasa berhalangan hadir.

Upacara pengukuhan dan ''mejaya-jaya" Pengurus Keluarga Besar Suka Duka Perantauan Banjar Tegal dimeriahkan berbagai hiburan khas, seperti seni pencak silat, seni tari, termasuk bondres. (DN - TiR).--

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com