Piala Citra, "Ensiklopedia Sastra Indonesia" - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

3/4/18

Piala Citra, "Ensiklopedia Sastra Indonesia"


Citra pada mulanya adalah salah satu puisi karya Umar Ismail yang ditulis di Malang, pada tanggal 20 September 1943. Kemudian, Usmar Ismail meminta seorang komponis, C. Simanjuntak untuk mengaransemen puisi itu menjadi sebuah lagu. Pada akhir tahun 1943, di Bangil, Jawa Timur, Usmar Ismail mengangkat ”Citra” sebagai suatu pertunjukan sandiwara yang tokoh utamanya seorang gadis bernama Citra.

Pada awal tahun 1950-an, drama ”Citra” difilmkan dan merupakan film pertama karya Usmar Ismail. Sejak tahun 1970-an, sampai sekarang ”Citra” merupakan lambang supremasi perfilman Indonesia dengan nama Piala Citra.

”Citra” dimuat dalam buku kumpulan puisi ”Poentoeng Berasap”  karya Umar Ismail (Balai Pustaka, 1950). Puisi itu kemudian dikutip oleh Mbijo Saleh (1967:74-75) dalam bukunya Sandiwara dalam Pendidikan (Gunung Agung).
Sebagai karya drama, ”Citra” pertama kali dipentaskan pada bulan Desember 1943 oleh kelompok sandiwara Maya pimpinan Umar Ismail sendiri di Bangil, Jawa Timur. Drama tersebut kemudian digabungkan dengan drama lainnya, “Api” dan “Liburan Seniman” dan diterbitkan dalam buku yang berjudul Sedih dan Gembira (Balai Pustaka, 1948).

Cukup banyak para kritikus dan peneliti sastra yang membicarakan drama ”Citra”. Teeuw (1978:157) menyatakan, bahwa isi “Citra” merupakan sintesis dari cita-cita dan tanggung jawab pribadi dan kebangsaan, sehingga dia sampai pada simpulan bahwa ”Citra” ialah Indonesia.

Sementara H.B. Jassin menyatakan, bahwa ”Citra” tergolong hasil kesusastraan, karena di dalamnya masih kelihatan corak dan tokoh jiwa pengarangnya pada masa romantik dan juga pemuda yang penuh idealisme dalam masa sturm and drang, meskipun bertendensi propaganda (1981:172-176). Boen S.Oemarjati dalam bukunya ”Bentuk Lakon” dalam Sastra Indonesia (Gunung Agung, 1971) menyatakan, bahwa ”Citra” adalah lambang kesucian dan kemesraan yang tidak bernama dan tidak berasal, Citra mampu memancarkan sinar kasih yang lembut dan penuh kemesraan. 

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com