Akibat Tanah Longsor dan Banjir di Buleleng, 198 KK Tidur di Tenda Pengungsian - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/27/16

Akibat Tanah Longsor dan Banjir di Buleleng, 198 KK Tidur di Tenda Pengungsian

   Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG

DenpasarDewata News.com —  Setidaknya 198 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi akibat banjir bandang yang menghantam empat desa di wilayah Kecamata Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. yakni Desa Sanggalangit, Desa Musi, Desa Penyabangan, dan Desa Banyupoh.

     ”Sebanyak 198 KK itu ditampung di sembilan tenda penampungan yang dibangun oleh Pemkab Buleleng,” kata Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Kantor Gubernur Bali, Selasa (26/01).

    Menurut dia, saat ini Pemkab Buleleng tengah fokus membersihkan saluran sepanjang aliran sungai, sekaligus mengurus para pengungsi.

    "Ada 80 rumah rusak akibat banjir bandang, dan beberapa di antaranya yang rata dengan tanah. Sementara 198 KK mengungsi yang ditampung di sembilan tenda,” papar Sutjidra.

       Wabup I Nyoman Sutjidra mengungkapkan, saat ini infrastruktur di empat desa yang dihantam banjir bandang telah kembali normal. "Infrastruktur air dan jalan sudah bersih,” ucapnya.
  Gubernur Bali Made Mangku Pastika 
    Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika, mengaku bahwa saat ini pihaknya menunggu informasi tentang apa saja yang dibutuhkan oleh warga yang menjadi korban terjangan banjir.

    "Kami lihat dulu apa yang diperlukan. Bantuan sementara sudah berjalan,” papar mantan Kapolda Bali kelahiram Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini.
 
     Pemprov Bali, menurut dia, akan menanggung pembangunan rumah warga yang hancur diterjang banjir bandang. "Kami akan menanggung semua pembangunan rumah yang hancur. Supaya tidak menunggu APBD, saya sudah bicara dengan pengusaha dan dia siap membangun 100 unit rumah,” pungkas Gubernur Pastika. (DN ~ HuM).—


No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com