Peresmian Waduk Bertandatangan Megawati Tuai Kritik - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

12/16/15

Peresmian Waduk Bertandatangan Megawati Tuai Kritik

Peresmian Waduk Bertandatangan Megawati Tuai Kritik
Tandatangan Megawati di peresmian waduk

Buleleng, Dewata News.com  - Peresmian waduk terbesar di Bali, Titab-Ularan, yang diresmikan  mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Minggu 13 Desember 2015, menjadi cemoohan netizen di lini massa twitter.

      Sejumlah netizen menuding tak sepatutnya proyek yang dibiayai negara tersebut justru diresmikan oleh Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

     Padahal, saat itu ikut hadir sejumlah menteri yang mendampingi Megawati. Lewat tanda pagar #MegawatiRasaPresiden, netizen pun ramai-ramai mengkritik acara tersebut.
"Ini siapa yang ngeresmiin? Mana presiden/wapres/menterinya? ini siapa?" tulis akun bernama Deni Rismawati seperti dikutip Senin 14 Desember 2015.

Ini siapa yg ngresmiin ? :v mana presiden/wapres/mentrinya ? Ini siapaa ? :v #MegawatiRasaPresiden pic.twitter.com/IUvKkrhpvl — Deni rismawati (@denisetiaji13) December 14, 2015

Akun Ray Aska @ray_aska, menuliskan, wow! #MegawatiRasaPresiden , hehe emang heran juga sama pemberitaan kemarin — Rayi Aska (@rayi_aska) December 14, 2015

Lalu ada akun bernama #SaveDemocracy @tetsuchan_mom, membandingkan dengan era Presiden Soeharto. Menurutnya belum pernah ada peresmian yang dilakukan oleh ibu negara.

Pak Harto 32 th berkuasa, tdk pernah ibunya p.Harto meresmikan proyek ?? Rusak negara ini sejak #MegawatiRasaPresiden #MegawatiRasaPresiden — ?#SaveDemocracy (@tetsuchan_mom) December 14, 2015

Namun, akun Dida Hamid @Dida_blessed, justru berpandangan lain.#MegawatiRasaPresiden @jokowi Langkah JKW ini sdh bagus. Continue, ia bs mengutus Habibie, SBY. Bentuk apresiasi kpd mantan presiden. — dida hamid (@Dida_blessed) December 14, 2015

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com