Sekilas Profil Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

4/21/15

Sekilas Profil Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini


Buleleng, Dewata News.com — Raden Ajeng Kartini yang lahir 21 April 1879 di Rembang, Jawa Tengah dikenal karena Emansipasi wanita meninggal dunia tanggal 17 September 1904, sebelum menikmati Kemerdekaan RI.

    Banyak orang yang kagum dengan RA Kartini. Hal tersebut dikarenakan wanita yang satu ini memang memiliki banyak sekali pandangan baru terhadap peran wanita pada masa kolonial. Dalam profil dan biografi RA Kartini disebutkan, wanita ini lahir pada tahun 1879 dan meninggal pada tahun 1904. Wanita ini lahir di Jepara dan meninggal di kota Rembang. Sangat disayangkan jika wanita yang sangat cerdas ini harus meninggal pada usia yang sangat muda yaitu 25 tahun. 

    Pada tahun 1903 Kartini menikah dengan Bupati Rembang. Akan tetapi dalam profil dan biografi RA Kartini menyebutkan, pernikahan tersebut adalah desakan dari orang tua. Banyak orang yang memperkirakan pada saat menikah Kartini masih ingin hidup dengan bebas. Untuk membuat orang tua menjadi bangga, wanita ini lebih baik mengikuti keinginan orang tua. Tapi memang takdir berkehendak lain dimana setahun setelah menikah Kartini harus di panggil oleh Yang Maha Kuasa.

    Memang dalam profil dan biografi RA Kartini disebutkan jika wanita ini tidak mendapatkan pendidikan formil yang tinggi. Kartini hanya mampu sekolah hingga usia 12 tahun. Akan tetapi, masa sekolah tersebut memberikan banyak manfaat dimana dia bisa belajar bahasa Belanda dengan baik.

    Setelah bisa berbahasa Belanda dengan baik, wanita ini sering mengirim surat ke beberapa media yang ada di Belanda. Ada banyak sekali orang yang kagum dengan tulisan yang dibuat oleh Kartini. Hal tersebut dikarenakan pada saat ini dia lah wanita pertama pribumi Indonesia yang rutin mengirim surat ke Belanda.

   Salah satu surat yang dibuat oleh Kartini adalah habis gelap terbitlah terang. Surat yang satu ini menjadi sangat terkenal dan menjadi banyak bahasan para ahli. Dalam profil dan biografi RA Kartini disebutkan, jika surat tersebut adalah sebuah simbol jika wanita pribumi harus maju dan bisa menjadi lebih baik. Para wanita harus mendapatkan pendidikan yang layak dan sama dengan kaum pria.

     Memang pada saat itu hanya pria yang banyak mendapatkan pendidikan layak. Sedangkan para wanita lebih banyak berdiam diri dan menikah pada usia yang muda. Pandangan Kartini tersebut mendapatkan banyak apresiasi dan sampai sekarang negeri ini selalu mengenang wanita yang hebat ini.

Penghargaan RA Kartini
1)      Pahlawan Kemerdekaan yang ditetapkan pada tanggal 2 Mei 1964.
2)      Tanggal 21 April merupakan tanggal untuk memperingati hari besar yang kemudian
dikenal sebagai Hari Kartini
3)      Nama RAtini mendapat penghargaan dengan enjadikan namanya sebagai nama jalan di
beberapa kota Belanda. Sebut saja, di Utrecht, Venlo, Amsterdam, Haarlem. Termasuk di kawasan Gereja Katolik, Pengadilan Negeri, maupun gedung kantor lainnya, seperti Dinas Pendapatan Kabupaten Buleleng, Kantor Camat Buleleng maupun Dinas Perikkanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng.

Buku RA Kartini
1)      Habis Gelap Terbitlah Terang
2)      Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
3)      Panggil Aku Kartini Saja
4)      Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanion-Mandiri dan suaminya
5)      Aku Mau …. Feminisma dan Nasionalisme, Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903. (DN~*).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com