Gunung Agung Erupsi, Pemerintah 'Sibuk' Pulihkan Pariwisata Bali

Denpasar, Dewata News. Com — Sektor pariwisata tak dipungkiri menerima pukulan telak akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung...


Denpasar, Dewata News. Com —Sektor pariwisata tak dipungkiri menerima pukulan telak akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung. Namun bukan berarti nasib masyarakat terdampak fenomena alam itu harus diabaikan.

Sayangnya selama ini pemerintah baik pusat maupun daerah menyiratkan hal tersebut. Kalangan birokrat terkesan 'sibuk' pada upaya pemulihan pariwisata, dengan dalih menjaga ketahanan ekonomi Bali secara mikro dan makro.

Pernyataan itupun dipertegas oleh Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, ketika ditemui wartawan di Denpasar, Sabtu (06/01).
Mantan Wakil Bupati Badung ini meminta media massa dan pegiat industri pariwisata mempromosikan Bali aman kepada seluruh calon wisatawan mancanegara (wisman).

"Memberitakan tentang Bali tidak dalam kapasitas Gunung Agungnya. Tetapi dalam kapasitas destinasi pariwisata lainnya. Di Bali ada ribuan pariwisata ya, yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Khusus untuk Besakih dan Gunung Agung, sebaiknya jangan dibesar-besarkan diberitakan. Cukup ditangani. Ditangani oleh badan yang mengelola itu. Sehingga tidak memberikan efek, dampak kepada masyarakat luas," ucapnya.

Sudikerta mengatakan, sejauh ini pemerintah dibantu stakeholders tengah berupaya menggaet kembali calon wisman yang sempat urung berkunjung. Promosi masif melalui anggaran khusus sebesar Rp. 100 miliar dari Kementerian Pariwisata disebut wujud nyata pemerintah mengembalikan eksistensi Pulau Seribu Pura sebagai episentrum kepariwisataan Indonesia.

"Kalau media memberitakan Bali yang positif, Bali yang aman, saya yakin orang luar pasti akan tertarik untuk datang ke Bali lagi. Tetapi kalau Bali diberitakan tidak nyaman, tidak aman, niscaya wisatawan mancanegara, nusantara itu tidak akan mau datang ke Bali. Siapa yang rugi? Teman-teman juga rugi, karena apa? Karena tidak terjadi perkembangan kepariwisataan kita," katanya.

Disinggung kenekatan beberapa pendaki untuk mendekati kawah puncak Gunung Agung, Sudikerta mengimbau semua pihak tetap menaati aturan. Ia menyebut telah meminta aparat keamanan dan masyarakat untuk memantau perkembangan disekitar lingkungan masing-masing.

"Saya sudah memberitahu pengelola badan Besakih juga, dan lingkungan sekitarnya, lembaga-lembaga yang ada disana. Untuk berhati-hati berkunjung ke lokasi terdampak KRB (Kawasan Rawan Bencana) III. Ya itu kan KRB III. Yang tingkat jangkauannya adalah 6 kilometer. Saya meminta perhatiannya dan pengertiannya, untuk tidak masuk ke wilayah itu. Terutama ke Gunung Agungnya. Jangan sampai ada yang melakukan seperti itu," imbau Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta.
Kalau terjadi sesuatu siapa yang bertanggung jawab. 

Oleh karena itu mari kita pahami, pedomani, ikuti itu semua. Baik wisatawan mancanegara yang mau melakukan pendakian mari kita perhatikan rambu-rambu itu untuk tidak dilakukan pendakian seperti itu. Karena itu akan membuat situasi tidak bagus juga nanti kalau terjadi letusan tiba-tiba terhadap Gunung Agung itu," tutupnya. (DN) ~ */RRI).—

Berita Terkait

Breaking News 4508262086341882837

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

YURA Shop

Populer

item