Masyarakat Diminta Waspadai Kasus Anemia pada Remaja Putri

Denpasar, Dewata News. Com -  Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengingatkan masyarakat mewaspadai tingginya kasus anemia yang terjadi di k...


Denpasar, Dewata News. Com - Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengingatkan masyarakat mewaspadai tingginya kasus anemia yang terjadi di kalangan remaja putri. Peringatan ini cukup beralasan karena dua hasil riset mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan. Riset Kesehatan Dasar Nasional menunjukkan bahwa 22,7 persen remaja putri mengalami anemia. Sementara hasil penelitian terbaru yang dilakukan sejumlah lembaga penelitian kesehatan memberi gambaran bahwa 61 persen kelompok remaja putri mengalami anemia. Fakta tersebut diungkapkan Kasi Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ni Made Parwati,SKM,M.Kes dalam orasinya di Podium bali bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Minggu (9/10).

Menurut Parwati, hasil riset tersebut cukup mengkhawatirkan karena remaja putri merupakan kelompok usia produktif yang dipersiapkan menjadi calon ibu. Mereka, kata Parwati, adalah penentu kualitas generasi berikutnya. Parwati menerangkan, anemia atau kurang darah pada kalangan remaja putri berkaitan dengan masa menstruasi yang mulai mereka alami tapi tidak diimbangi dengan pola makan dengan gizi seimbang. Gaya hidup seperti diet, makanan instan dan kurang suka sayuran adalah beberapa hal yang mejadi pemicu bertambahnya penderita anemia  di kalangan remaja putri. Jika tak tak segera diatasi, anemia pada remaja putri akan sangat mempengaruhi perkembangan organ reproduksi mereka. 

“Nanti bisa muncul masalah saat kehamilan seperti pendarahan, bayi lahir dengan berat badan kurang dan resiko cacat,” ujarnya. 

Memahami begitu seriusnya persoalan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melakukan sejumlah langkah antisipasi antara lain menggencarkan sosoalisasi ke sekolah-sekolah hingga pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri.

Selain upaya yang dilakukan oleh pemerintah, pihaknya juga mendorong peran aktif orang tua untuk menyediakan makanan dengan gizi berimbang bagi putra putri mereka. Karena menurut hasil penelitian, asupan zat gizi masyarakat masih berada di bawah jumlah ideal. Idealnya, kata Parwati, tiap orang membutuhkan asupan zat gizi 20 mg/hari, tapi dalam kenyataannya asupan gizi rata-rata hanya 5,4 mg/hari. Dengan peran aktif masyarakat, dia berharap persoalan yang ditimbulkan dari anemia di kalangan remaja putri akan dapat dicegah sejak dini.

Sementara itu, Pengurus KONI Ardy Ganggas dalam orasinya mengusulkan agar jogging track di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon dilengkapi dengan penentu jarak. Menurutnya hal itu penting agar masyarakat yang berolah raga mengetahui seberapa jauh mereka sudah berjalan atau berlari. Selain itu, dia juga minta pemerintah meningkatkan alokasi dana pembinaan bagi atlet. 

Masih berkaitan dengan upaya memajukan bidang keolahragaan, Sekretaris Disdikpora Bali Wayan Sarinah menegaskan kembali komitmen Pemprov Bali dalam memajukan bidang olah raga. Selain pemberian sertifikat penghargaan bagi atlet pengukir prestasi, dana pembinaan juga terus ditingkatkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Terkait wacana untuk mengangkat atlet berprestasi menjadi tenaga kontrak di lingkungan Pemprov Bali, menurutnya hal itu akan  disesuaikan dengan kebutuhan serta kompotensi dan latar pendidikan para atlet.

Sementara itu, Kabid Produksi Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali Wayan Sunarta memanfaatkan kegiatan PB3AS untuk menggugah minat generasi muda untuk menekuni bidang pertanian. Kata dia, dengan sentuhan teknologi dan inovasi, pertanian tak lagi identik dengan kotor dan panas.

Upaya menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi sorotan pada pelaksanaan PB3AS minggu ini. Kabid Pengawasan dan Pengendalian Badan Lingkungan Hidup Bali Made Teja memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan untuk menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan. Salah satunya melalui gerakan Desa Sadar Lingkungan (DSL). Dia berharap, gerakan ini jangan hanya menjadi slogan semata. Tiap desa yang telah mencanangkan wilayahnya sebagai DSL hendaknya melakukan gerakan nyata dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. PB3AS minggu ini juga diwarnai orasi Wayan Wisnaya atau Jero Penjor yang bicara mengenai gema perdamaian. Dia berharap Bali tetap terdepan dalam gerakan perdamaian. (DN - HuM)

Berita Terkait

Breaking News 4418385709232972998

Post a Comment

  1. Artikel yang bagus min, bagaimana cara mengatasi kurang darah? Terus Penyebab kurang darah itu sebenarnya seperti apa?. Adakah gejala kurang darah yang dapat terlihat dengan jelas?
    Terima Kasih atas pembahasannya...

    ReplyDelete

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item