Surabaya, dewatanews.com — Perjuangan petenis muda asal Bali, Putu Dyvania Teriana, di ajang Turnamen Tenis International Widjojo Soejono Surabaya 2026 berbuah manis. Petenis berusia 13 tahun itu sukses menembus partai final tunggal putri KU-14 setelah melewati laga semifinal yang berlangsung ketat di Lapangan Tenis Kodam V Brawijaya, Surabaya.
Putu Dyvania yang akrab disapa Vania tampil impresif pada semifinal, Kamis (1/10). Menghadapi petenis asal DKI Jakarta, Adelaide Suharmoko, Vania harus berjuang keras sebelum akhirnya mengamankan kemenangan dalam dua set dengan skor 7-5, 7-6 tie break (5).
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Vania berhasil menundukkan lawan yang memiliki peringkat nasional lebih tinggi darinya.
Vania merupakan petenis kelahiran Tabanan, Bali, dan saat ini duduk di bangku kelas VIII SMP Taman Tirta Mengwi, Badung. Ia merupakan atlet binaan Club TEMA yang bernaung di bawah Pengkab Pelti Badung dan saat ini mendapat polesan dari pelatih Wayan Edi Mahendra.
Di ajang ini, Vania tercatat berada di peringkat 295 Asian Tennis Federation (ATF) dan peringkat 28 nasional (PNP). Pada nomor tunggal putri KU-14, ia tampil sebagai unggulan ke-10.
Tiket final menjadi pencapaian penting bagi Vania sekaligus menjadi bukti perkembangan atlet muda binaan Pelti Badung. Namun, tantangan berat masih menanti.
Pada partai final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/10), Vania akan menghadapi Rima Imai, petenis asal DKI Jakarta yang berstatus unggulan ketiga dan menempati peringkat ke-7 nasional (PNP).
Pertandingan tersebut diprediksi menjadi ujian tersendiri bagi Vania, mengingat Rima memiliki posisi peringkat nasional yang lebih tinggi. Namun, hasil semifinal menunjukkan bahwa Vania mampu tampil kompetitif ketika menghadapi lawan dengan peringkat di atasnya.
Ketua Pengkab Pelti Badung, Ketut Wisuda, didampingi Kabid Humas Roy Emerson Hidiya, mengaku puas dan bangga atas pencapaian atlet binaannya tersebut.
“Semoga hasil ini bisa memotivasi atlet lainnya. Ke depan, tentu harus ada peningkatan latihan yang lebih intensif, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding,” ujar Ketut Wisuda yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung.
Kini, perhatian tertuju pada laga final. Vania membawa harapan Bali untuk menuntaskan perjuangannya di Surabaya dengan gelar juara KU-14.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com