Bali dan Timor-Leste Perkuat Kolaborasi Ekonomi, Bidik Potensi Pariwisata hingga Blue Economy - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/4/26

Bali dan Timor-Leste Perkuat Kolaborasi Ekonomi, Bidik Potensi Pariwisata hingga Blue Economy


Denpasar, dewatanews.com — Hubungan Bali dan Timor-Leste kembali diperkuat melalui Bali–Timor-Leste Business Forum bertajuk “Connecting Opportunities, Building Prosperity”. Forum yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 tersebut menjadi ruang untuk membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari pariwisata, pertanian, peternakan, perdagangan hingga ekonomi kelautan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut langsung kedatangan Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste Marcos da Cruz beserta delegasi di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (3/10) malam.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, kami menyambut baik dipilihnya Provinsi Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Bali–Timor-Leste Business Forum,” ujar Koster.

Menurut Koster, kedekatan geografis serta hubungan historis antara Indonesia dan Timor-Leste menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama kedua wilayah. Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertemuan bisnis, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat bahagia bisa duduk bersama dalam suasana hangat malam ini. Kami berharap setelah pertemuan ini, Bali dan Timor-Leste dapat bekerja sama mengembangkan berbagai sektor potensial, khususnya pariwisata, pertanian, peternakan, dan perdagangan,” katanya.

Bali Tawarkan Potensi Pertanian dan Peternakan

Koster juga memperkenalkan sejumlah potensi pertanian dan peternakan Bali. Meski memiliki wilayah relatif kecil, Bali disebut memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari salak, jeruk, manggis, mangga, beras, ayam, babi hingga sapi Bali.

Khusus sapi Bali, pemerintah daerah terus menjaga keberadaan dan kemurnian jenis ternak tersebut. Koster mengatakan sapi dari luar Bali tidak diperbolehkan masuk sebagai bagian dari upaya perlindungan populasi sapi Bali.

“Pemerintah Pusat juga mendukung upaya perlindungan sapi Bali agar kemurnian dan keasliannya tetap terjaga,” ujarnya.

Di sektor pariwisata, Koster menyampaikan hingga 30 September 2026 tercatat 4,6 juta wisatawan mancanegara telah berkunjung ke Bali. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu wisatawan berasal dari Timor-Leste.

Koster berharap hubungan ekonomi dan kerja sama antarmasyarakat Bali dan Timor-Leste semakin berkembang setelah forum bisnis tersebut.

“Ke depan saya berharap Bali dan Timor-Leste dapat maju bersama, saling mendukung, dan saling menopang dalam mewujudkan kemajuan,” katanya.

Timor-Leste Bidik Blue, Green, dan Gold Economy

Sementara itu, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Timor-Leste Marcos da Cruz menyampaikan bahwa terdapat tiga fokus utama yang dibahas dalam Bali–Timor-Leste Business Forum, yakni Blue Economy, Green Economy, dan Gold Economy.

Marcos mengatakan Timor-Leste memiliki potensi besar di sektor pertanian. Negara tersebut memiliki lahan pertanian yang luas dan subur dengan berbagai komoditas, seperti padi, jagung, kopi, dan buah-buahan.

Namun, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin mempelajari bagaimana memulai dan mengelola sektor pertanian dengan baik agar mampu memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Untuk sektor Blue Economy, Timor-Leste juga memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Berdasarkan studi yang disampaikan dalam forum tersebut, potensi stok ikan Timor-Leste diperkirakan mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun.

Meski demikian, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perekonomian. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kebutuhan penting.

Sementara untuk Gold Economy, Marcos datang bersama sejumlah pelaku usaha Timor-Leste untuk berdiskusi dan melihat secara langsung perkembangan dunia bisnis di Bali.

“Kami datang bersama sejumlah pengusaha ke Bali untuk berdiskusi, melihat, dan mendengar secara langsung mengenai pengembangan bisnis,” katanya.

Menurutnya, berbagai praktik baik yang ditemukan di Bali dapat menjadi pembelajaran bagi Timor-Leste, tentunya dengan menyesuaikan kondisi, peluang, serta potensi yang dimiliki negara tersebut.

Marcos juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas sambutan dan dukungan terhadap penyelenggaraan forum tersebut.

Ia mengatakan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste yang sebelumnya dijadwalkan hadir di Jaya Sabha berhalangan karena harus melanjutkan tugas negara. Pesan terima kasih kemudian disampaikan kepada Gubernur Bali Wayan Koster atas sambutan hangat dan dukungan terhadap forum bisnis tersebut.

“Pertemuan ini memberikan manfaat besar bagi Timor-Leste karena melalui forum ini kita dapat saling belajar,” ujar Marcos.

Ia berharap suasana Bali yang aman dan damai dapat terus menjadi ruang yang mendukung penguatan hubungan antara Bali dan Timor-Leste.

Kedatangan Marcos da Cruz ke Jaya Sabha turut didampingi Wakil Presiden Veteran (Conselho dos Combatentes da Libertação Nacional Timor-Leste) Mario Nicolao dos Reis, Koordinator Jenderal Bidang Ekonomi Jorge, serta Presiden Câmara de Comércio e Indústria Timor-Leste Jorge Manuel de Araujo Serrano.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com