Teknologi PM-AAS Dongkrak Hasil Panen hingga 50 Persen, Jembrana Dorong Petani Naik Kelas - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/24/26

Teknologi PM-AAS Dongkrak Hasil Panen hingga 50 Persen, Jembrana Dorong Petani Naik Kelas


Jembrana, dewatanews.com – Teknologi pertanian modern mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Jembrana. Penerapan sistem Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) disebut mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 50 persen, dari rata-rata 6–7 ton menjadi 10–11 ton per hektare.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat menghadiri Panen Bersama Padi Penerapan PM-AAS di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kamis (24/9).

Menurut Bupati Kembang, penerapan teknologi modern tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga mendorong efisiensi pengelolaan pertanian.

“Dengan sentuhan teknologi dan perlakuan yang berbeda, hasilnya sangat jauh berbeda. Dari sisi biaya operasional kenaikannya hanya sekitar 15 persen, namun hasilnya bisa meningkat hingga 50 persen. Dari yang biasanya 6–7 ton per hektare, kini dapat mencapai 10 hingga 11 ton per hektare,” ujarnya.

PM-AAS merupakan program strategis Kementerian Pertanian yang diterapkan melalui lahan percontohan seluas 100 hektare di 15 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali hingga Papua. Kabupaten Jembrana menjadi salah satu daerah yang mendapat penerapan program tersebut.

Dorong Petani Beradaptasi dengan Teknologi
Bupati Kembang menegaskan, transformasi pertanian tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Perubahan pola pikir dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, juga menjadi bagian penting.

Ia mengajak para petani untuk tidak takut beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian.

“Petani sekarang harus keren dan mau meng-upgrade diri. Jika dulu kita mengolah tanah dengan tenggala atau bajak tradisional lalu berganti traktor, kini ada teknologi penanaman yang lebih baru lagi. Jangan ragu untuk mengikutinya,” katanya.

Pemerintah pusat dan daerah, lanjutnya, juga telah menyiapkan sejumlah dukungan bagi petani, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti combine harvester dan traktor, kepastian harga gabah, pupuk bersubsidi, pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga dukungan TNI dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan.

Air dan Alih Fungsi Lahan Jadi Perhatian
Di tengah dorongan modernisasi pertanian, persoalan klasik seperti ketersediaan air saat musim kemarau masih menjadi tantangan bagi petani Jembrana.

Selain itu, Bupati Kembang turut menyoroti ancaman alih fungsi lahan sawah menjadi kawasan perumahan.

Ia meminta masyarakat, khususnya petani, ikut mengawasi dan melaporkan apabila menemukan adanya perubahan fungsi lahan pertanian.

“Apabila ada yang merubah lahan sawah untuk perumahan, segera tegur, lapor ke desa, lapor ke Polprades, lapor ke camat. Jangan dibiarkan, karena sekarang aturannya ketat. Jadi para petani sudah di-backup juga oleh TNI/Polri. Ini untuk ketahanan pangan kita,” tegasnya.

Petani PM-AAS Dapat Dukungan Benih Gratis
Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, mengapresiasi kelompok tani di Subak Tibu Beleng yang menerapkan pola tanam secara berkelompok dan serentak.

Menurutnya, pola tersebut penting untuk menekan risiko serangan hama sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan.

Dukungan pemerintah pusat juga akan diberikan melalui penyediaan benih gratis bagi petani yang menerapkan sistem PM-AAS.

“Petani yang mau menerapkan sistem PM-AAS ini akan dibantu benih gratis sebanyak 70 kilogram per hektare dari pemerintah. Berapa pun kuota yang diminta Pak Bupati untuk Jembrana, kami siap alokasikan dan berikan semuanya,” ujar Prof. Fadjry.

Kegiatan diawali dengan panen padi bersama di lahan percontohan atau demplot, kemudian dilanjutkan dengan tatap muka dan dialog bersama krama subak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pembenihan Tanaman Pangan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, Dandim 1617/Jembrana, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kabupaten Jembrana, para ketua krama subak se-Kabupaten Jembrana serta sejumlah undangan lainnya.

Melalui penerapan PM-AAS dan sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jembrana, TNI/Polri, penyuluh pertanian serta krama subak, Jembrana didorong untuk terus memperkuat produktivitas pertanian sekaligus membangun sistem pertanian yang lebih modern, efisien dan berkelanjutan.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com