Pujawali Pura Luhur Rambut Siwi Digelar Lima Hari, Bupati Jembrana Mohon Tuntunan dan Kerahayuan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/16/26

Pujawali Pura Luhur Rambut Siwi Digelar Lima Hari, Bupati Jembrana Mohon Tuntunan dan Kerahayuan


Jembrana, dewatanews.com – Suasana religius menyelimuti Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (16/9). Bertepatan dengan puncak Pujawali pada Buda Umanis Prangbakat, umat Hindu melaksanakan persembahyangan sekaligus mengikuti rangkaian upacara di salah satu pura Dangkahyangan yang memiliki nilai sejarah penting di Gumi Makepung.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turut hadir melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi. Kehadirannya menjadi bagian dari bhakti sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi.

Prosesi pujawali dipuput oleh Ida Peranda Istri Gede Oka Sidarta dari Griya Taman Sari Manuaba Tibusambi.

Rangkaian pujawali berlangsung selama lima hari, dengan Ida Bhatara nyejer hingga Redite Kliwon Bala, Minggu (20/9), sebelum dilanjutkan dengan prosesi panyineban.

Dalam persembahyangan tersebut, Bupati Kembang tidak hanya memohon keselamatan dan kerahayuan, tetapi juga memohon tuntunan serta kelancaran dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Jembrana.

“Persembahyangan kali ini untuk memohon tuntunan dan restu di hadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Dangkahyangan Rambut Siwi agar program-program yang kami laksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Pamucuk Karya Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, I Kadek Suentra, mengatakan persiapan rangkaian upacara telah dimulai sejak Rabu (9/9).

Sebelum memasuki puncak pujawali, sejumlah rangkaian upakara telah dilaksanakan di beberapa pura yang berada di kawasan Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi. Rangkaian tersebut meliputi nawur, mendak tirta, pacaruan hingga pakelem yang dilaksanakan di Pura Beji dan Pura Goa Tirta.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pacaruan di Pura Luhur, Pura Penataran, dan Pura Pesanekan.

“Untuk rangkaian pujawali dilaksanakan selama lima hari. Mulai tanggal 16 September sampai nanti panyineban tanggal 20 September,” ungkap Kadek Suentra.

Rangkaian pujawali tersebut menjadi momentum bagi umat untuk meningkatkan bhakti sekaligus memohon kerahayuan, keselamatan, serta kelancaran dalam kehidupan bermasyarakat.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com