Jembrana, dewatanews.com – Warga di sekitar Pantai Pengeragoan, Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, dikejutkan dengan kemunculan satwa laut berukuran besar yang terdampar di pesisir pantai, Sabtu (12/9) pagi.
Satwa yang diduga kuat merupakan hiu paus (Rhincodon typus) tersebut pertama kali diketahui setelah masyarakat melaporkan keberadaannya sekitar pukul 08.30 Wita.
Dari pemantauan awal di lokasi, satwa tersebut memiliki tubuh berukuran besar dan memanjang. Permukaan tubuhnya tampak berwarna gelap dengan pola atau bintik-bintik putih, serta terlihat memiliki sirip punggung.
Ciri-ciri visual tersebut mengarah pada dugaan bahwa satwa yang terdampar merupakan hiu paus. Meski demikian, identifikasi tersebut masih bersifat sementara dan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi teknis maupun ahli yang memiliki kompetensi di bidang kelautan dan konservasi.
Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw, mengatakan personel Polsek Pekutatan langsung mendatangi dan melakukan pengamanan setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Personel langsung melakukan pengamanan di lokasi sebagai langkah antisipasi, sekaligus memberikan ruang kepada instansi terkait untuk melakukan penanganan sesuai ketentuan,” ujar Kompol Benyamin.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri terhadap satwa tersebut, termasuk menarik, memukul, menaiki, memindahkan, maupun mengambil bagian tubuhnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri terhadap satwa tersebut. Jangan menarik, memukul, menaiki, memindahkan maupun mengambil bagian tubuhnya. Kami bersama pemerintah desa dan instansi terkait melakukan koordinasi agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat dan aman,” tegasnya.
Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, personel Polsek Pekutatan masih berada di sekitar lokasi. Petugas juga melakukan pengawasan terhadap kerumunan warga serta mencegah tindakan yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun satwa tersebut.
“Kami mengajak masyarakat yang berada di sekitar Pantai Pengeragoan untuk tetap tenang, tidak mendekati satwa secara berlebihan, serta menyerahkan proses identifikasi dan penanganannya kepada pihak yang berwenang,” tandas Kompol Benyamin.
Hingga saat ini, proses penanganan dan identifikasi lebih lanjut masih menunggu pemeriksaan dari pihak terkait untuk memastikan jenis serta kondisi satwa laut tersebut.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com