Buleleng, dewatanews.com — Membersihkan sampah bukan sekadar memindahkan tumpukan dari satu tempat ke tempat lain. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mendorong perubahan perilaku masyarakat dengan mengelola sampah sejak dari sumbernya, terutama dari lingkungan rumah tangga.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 yang ditandai dengan aksi bersih-bersih sampah secara serentak di enam lokasi di Kabupaten Buleleng, Jumat (11/9).
Enam lokasi yang menjadi sasaran aksi tersebut yakni Kelurahan Beratan, Kelurahan Banyuasri, Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Banjar Jawa, dan Kelurahan Banjar Bali. Kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, hingga masyarakat.
Keterlibatan lintas elemen ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa persoalan sampah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat secara konsisten, dimulai dari lingkungan terkecil.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Ni Nyoman Widiartami, mengatakan peringatan WCD menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus membenahi tata kelola persampahan di Kabupaten Buleleng.
“Kegiatan aksi bersih sampah yang kita lakukan hari ini tidak berhenti hanya pada mengumpulkan dan membersihkan sampah, tetapi juga harus menjadi titik balik untuk memperbaiki tata kelola persampahan,” ujar Widiartami.
Menurutnya, pengelolaan sampah perlu dimulai dari tingkat rumah tangga. Pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah yang berakhir di lingkungan.
“Semua ini adalah langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Saya berharap gerakan ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekitar,” serunya.
Widiartami menambahkan, gerakan kebersihan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin sadar terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Salah satunya melalui pengelolaan sampah berbasis sumber dengan melakukan pemilahan serta mengolah sampah organik dari rumah masing-masing.
Dengan pengelolaan yang dilakukan sejak dari sumbernya, upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada aksi bersih-bersih, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Lingkungan bersih, sehat, dan asri bukan hanya hasil dari kegiatan bersih-bersih, tetapi dari kebiasaan mengelola sampah sejak dari rumah.” imbuhnya.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com