Anggrek Lokal Bali Mulai Tergerus, Putri Koster Serukan “Anggrek Kembali” Jadi Primadona di Pulau Dewata - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/9/26

Anggrek Lokal Bali Mulai Tergerus, Putri Koster Serukan “Anggrek Kembali” Jadi Primadona di Pulau Dewata


Denpasar, dewatanews.com– Anggrek lokal Bali yang dahulu mudah dijumpai di rumah-rumah masyarakat kini mulai langka dan kurang diminati. Kondisi tersebut mendorong Ketua DPD Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Bali, Putri Koster, untuk menginisiasi gerakan pelestarian dan pengembangan anggrek lokal melalui tajuk “Anggrek Kembali”.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Adaptasi dan Pengembangan Sumber Daya Genetik Anggrek Lokal Bali yang digelar di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Selasa (8/9).

Dalam kegiatan yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, dan pemangku kepentingan tersebut, Putri Koster menegaskan fokus PAI Bali saat ini pada pelestarian anggrek lokal Bali, khususnya di sektor hulu, melalui konservasi dan pengembangan sumber daya genetik anggrek asli Bali.

“Banyak sekali anggrek lokal Bali, seperti anggrek linjong, anggrek Vanda tricolor, dan lainnya, yang dahulu banyak dijumpai di rumah-rumah masyarakat. Namun, setelah berpuluh-puluh tahun, keberadaannya mulai berkurang, kurang diminati, dan perlahan ditinggalkan,” ujar Putri Koster.

Melalui gerakan “Anggrek Kembali”, Putri Koster berharap anggrek lokal Bali kembali menjadi primadona di daerah asalnya sendiri. Karena itu, PAI Bali menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Udayana untuk menginisiasi langkah konservasi sekaligus pengembangan anggrek lokal Bali agar memiliki nilai lebih dan semakin diminati masyarakat.

Kolaborasi juga melibatkan BKSDA Bali, BRIN, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, serta BRIDA Provinsi Bali. Sinergi tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi, mengkarakterisasi, mengonservasi, serta mengembangkan sumber daya genetik anggrek lokal Bali.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, mengatakan sejumlah langkah yang didorong dalam pengembangan anggrek lokal Bali antara lain adaptasi dan pengembangan sumber daya genetik, perbanyakan secara massal, hingga pengembangan desa wisata anggrek di Dusun Dosang, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Menurutnya, anggrek lokal Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata karena memiliki keunikan tersendiri. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian anggrek, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyebut anggrek sebagai salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi, estetika, dan budaya.

Selain itu, sumber daya genetik anggrek lokal juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi varietas unggul pada masa mendatang.

FGD tersebut turut menghadirkan tiga narasumber, yakni Aninda Retno Utami Wibowo dari BRIN, Made Dwi Jayanti dari BKSDA Bali, dan Dr. I Putu Sudana dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.

Diskusi ini tidak hanya membahas aspek penelitian, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret dalam konservasi dan pengembangan anggrek lokal Bali. Harapannya, upaya tersebut dapat memperkuat keberadaan anggrek asli Bali sekaligus membuka peluang baru bagi pariwisata dan peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, “Anggrek Kembali” diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan menjadi gerakan bersama agar kekayaan anggrek lokal Bali kembali dikenal, dicintai, dan berkembang di tanah kelahirannya sendiri.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com