Jembrana, dewatanews.com – Bali memasuki babak baru dalam pengembangan energi bersih. Gubernur Bali Wayan Koster bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menandatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali.
Kesepakatan tersebut dilakukan bertepatan dengan peluncuran dan groundbreaking Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (25/8).
Presiden Prabowo turut meninjau lokasi program tersebut bersama Gubernur Bali Wayan Koster. Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, serta sejumlah pejabat terkait.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kebijakan pengembangan PLTS yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Bali menuju kemandirian energi.
“Mewakili Pemerintah dan masyarakat Bali, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang telah meluncurkan kebijakan program PLTS 100 GWp di Provinsi Bali,” ujar Koster.
Menurut Koster, Bali saat ini mendapatkan alokasi awal sebesar 1.000 GWp dalam implementasi program tersebut. Kebijakan ini juga dinilai menjadi momentum untuk menghidupkan kembali agenda Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih yang telah dituangkan dalam Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019.
Koster mengatakan, program tersebut sebenarnya telah dirancang sejak 2019, namun pelaksanaannya belum optimal akibat situasi pandemi COVID-19. Dengan adanya kebijakan pemerintah pusat saat ini, ia menilai program tersebut memiliki momentum yang tepat untuk segera diwujudkan.
Pemerintah Provinsi Bali, lanjut Koster, akan mendukung dari sisi penyediaan lahan, khususnya lahan milik negara yang tidak produktif agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan kebutuhan energi.
“Jadi ini akan kami laksanakan,” tegasnya.
Koster juga menilai pengembangan PLTS bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi turut memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang membutuhkan lingkungan bersih.
Menurutnya, penggunaan energi baru terbarukan akan membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak impor sekaligus menghadirkan sumber energi yang lebih ekonomis.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut pengembangan energi surya di Bali sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk melakukan transformasi sistem kelistrikan dari energi fosil menuju energi baru terbarukan.
“Dengan adanya program ini, sistem kelistrikan Bali bergeser yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor, digantikan dengan energi dari domestik. Dari energi mahal menjadi energi yang murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan,” kata Darmawan.
Ia menegaskan, percepatan program tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali. Salah satu faktor kunci dalam pengembangan PLTS adalah kesiapan lahan.
Darmawan juga menilai program energi hijau tersebut dapat menjadi salah satu penopang keberlanjutan pariwisata Bali karena menyediakan energi yang lebih bersih, andal, dan ekonomis.
Penandatanganan kesepakatan antara Pemprov Bali dan PLN menjadi langkah konkret untuk mempercepat realisasi Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih, sekaligus mendukung transformasi sistem kelistrikan Bali menuju penggunaan energi terbarukan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com