Badung, dewatanews.com – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, hoaks masih menjadi ancaman yang dapat memicu keresahan dan membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bali memperkuat kolaborasi dengan Polres Badung untuk bersama-sama mendorong penyebaran informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kolaborasi itu dibahas saat AMSI Bali memenuhi undangan Polres Badung di Mapolres Badung, Rabu (26/8). Rombongan AMSI Bali dipimpin Ketua AMSI Bali I Ketut Adi Sutrisna dan diterima langsung Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, didampingi Wakapolres Badung Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina beserta jajaran.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi menghadapi dinamika informasi digital yang semakin cepat, khususnya maraknya informasi viral yang belum tentu benar.
Ketua AMSI Bali I Ketut Adi Sutrisna mengatakan perkembangan media sosial membuat masyarakat dapat menerima informasi dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut juga diikuti risiko beredarnya informasi tanpa sumber jelas dan tanpa proses verifikasi.
“Sekarang dunia media sosial sangat dinamis. Banyak informasi yang tidak valid bahkan tanpa sumber yang jelas. Kondisi ini terkadang menimbulkan persepsi yang kurang baik di masyarakat, termasuk terhadap institusi pemerintah. Karena itu kami membutuhkan kolaborasi untuk menetralisir informasi hoaks yang beredar,” ujarnya.
Adi menjelaskan, AMSI Bali saat ini menaungi 26 perusahaan media siber yang telah melalui proses seleksi dan verifikasi. Media anggota AMSI juga diwajibkan memenuhi ketentuan legalitas serta standar profesional perusahaan pers sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan antara media siber yang menjalankan kerja jurnalistik dengan akun media sosial personal yang dapat menyebarkan informasi tanpa mekanisme verifikasi jurnalistik.
“Media online dan media sosial itu berbeda. Media memiliki proses verifikasi, kode etik, serta tanggung jawab jurnalistik. Sementara banyak akun media sosial hanya menyebarkan informasi awal tanpa proses verifikasi yang memadai,” katanya.
AMSI Bali juga menyoroti fenomena akun media sosial yang mengunggah informasi hanya karena sedang viral. Informasi tersebut tidak jarang merupakan peristiwa lama, terjadi di wilayah berbeda, atau telah kehilangan konteks sehingga berpotensi menyesatkan publik.
Adi menegaskan, media anggota AMSI memiliki proses jurnalistik sebelum sebuah informasi dipublikasikan, mulai dari peliputan, konfirmasi, verifikasi, hingga penyuntingan.
“Kalau di media, setiap informasi harus diverifikasi terlebih dahulu. Kami tidak bisa langsung mempublikasikan sesuatu hanya karena viral di media sosial. Harus ada konfirmasi dan pengecekan fakta,” tegasnya.
Selain membahas penanganan hoaks, AMSI Bali menawarkan kolaborasi dalam bidang literasi digital dan cek fakta. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat semakin kritis dalam memilah informasi yang diterima melalui ruang digital.
Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam memberikan edukasi sekaligus menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Ia berharap komunikasi antara Polres Badung dan AMSI Bali dapat terus diperkuat sehingga berbagai isu yang berkembang di masyarakat dapat diluruskan melalui informasi yang benar, berimbang, dan terverifikasi.
“Pertemuan ini membantu kami di Kepolisian dalam memahami informasi hoaks yang tersebar di Medsos,” ujarnya.
Kolaborasi media siber dan kepolisian dinilai penting karena hoaks tidak hanya berpotensi menyesatkan masyarakat, tetapi juga dapat memicu keresahan serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan sinergi tersebut, AMSI Bali dan Polres Badung mendorong masyarakat untuk tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang diterima di media sosial sebelum memastikan sumber, konteks, dan kebenarannya.
Turut hadir Wakapolres Badung Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, S.I.K., M.H.; Kasat Reskrim Polres Badung AKP Azarul Ahmad, S.Tr.K., S.I.K.; Kasat Intelkam Polres Badung AKP I Ketut Sumertha, S.H., M.H.; KBO Satlantas Polres Badung Ipda I Putu Agus Wahyu A. N., S.H.; Wakapolsek Mengwi AKP Nyoman Mustika; Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana, S.H.; Kapolsek Abiansemal AKP Komang Juniawan, S.H., M.H.; Kapolsek Petang AKP I Putu Darma Santika, S.H., M.H.; serta jajaran Humas Polsek.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com