Denpasar, dewatanews.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan Bali menjadi salah satu motor utama pengembangan ekonomi kreatif nasional pasca pandemi COVID-19. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7) pagi.
Dalam arahannya, Riefky mengungkapkan sektor ekonomi kreatif menunjukkan pertumbuhan signifikan secara nasional, baik dari sisi investasi, penyerapan tenaga kerja, maupun kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menyebut, tren pertumbuhan tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga berkembang pesat di berbagai daerah.
Menurutnya, pemerintah pusat tengah menyusun master plan ekonomi kreatif nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 sebagai panduan strategis pengembangan sektor hingga tahun 2029. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Riefky menyoroti kekuatan Bali pada sejumlah subsektor unggulan seperti kuliner, kriya, dan fashion. Selain itu, ia juga melihat perkembangan pesat pada sektor berbasis teknologi, seperti gim, aplikasi digital, konten kreator, film animasi, dan musik yang kini semakin tumbuh di berbagai kabupaten/kota di Bali.
Ia turut mengapresiasi peran aktif pemerintah daerah, khususnya bupati dan wali kota, dalam mendukung komunitas kreatif serta pelaku usaha di wilayah masing-masing. Saat ini, pemerintah menargetkan pembentukan dinas ekonomi kreatif di 30 provinsi dan 91 kabupaten/kota hingga akhir tahun.
Sebagai bagian dari strategi nasional, pemerintah menetapkan tiga fokus utama program, yakni aktivasi desa kreatif, penguatan ekosistem kreatif daerah, serta pengembangan brand lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Bali telah ditetapkan sebagai salah satu provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif. Beberapa daerah di Bali juga telah memiliki keunggulan subsektor, seperti Kabupaten Gianyar di bidang seni pertunjukan dan Kota Denpasar di sektor fashion.
Pemerintah pun membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan seluruh kabupaten/kota di Bali guna memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan ke depan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com