Denpasar, dewatanews.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah seorang anak buah kapal (ABK) MV Shandong De Yu asal China yang meninggal dunia saat kapal melintas di perairan Selat Badung, Selasa (14/7).
Korban diketahui bernama Zhang Wenli (47). Ia diduga mengalami gangguan kesehatan yang menyebabkan sesak napas sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di atas kapal yang tengah berlayar dari China menuju Australia.
Informasi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (13/7) pukul 22.47 Wita dari agen kapal PT Benoa Trans Cakrawala Perkasa. Berdasarkan laporan, korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 09.00 Wita saat kapal berada di wilayah Selat Badung.
Setelah berkoordinasi dengan pihak kapal dan agen, tim SAR menetapkan titik intercept di koordinat 8°43’49.91”S - 115°17’28.42”E, sekitar 4,18 mil laut dari Pelabuhan Benoa.
Pada Selasa pagi pukul 06.55 Wita, empat personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bersama perwakilan agen kapal dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) berangkat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Denpasar menuju lokasi.
Sekitar 15 menit kemudian, tim berhasil merapat di sisi MV Shandong De Yu. Jenazah korban kemudian dipindahkan dari kapal ke RIB untuk selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Benoa.
Pukul 07.55 Wita, tim SAR gabungan tiba kembali di Pelabuhan Benoa. Selanjutnya, jenazah Zhang Wenli dibawa menggunakan ambulans menuju RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) untuk penanganan lebih lanjut.
Proses evakuasi melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Lanal Denpasar, Ditpolair Polda Bali, Polsek KP3 Benoa, KSOP Benoa, VTS Benoa, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Kantor Bantu Bea Cukai Benoa, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar Pos Pelabuhan Benoa, serta agen kapal PT Benoa Trans Cakrawala Perkasa.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com