Viral di Media Sosial, Polsek Kuta Dalami Dugaan Penyekapan dan Pengeroyokan Pemuda Asal Sumba Barat - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/10/26

Viral di Media Sosial, Polsek Kuta Dalami Dugaan Penyekapan dan Pengeroyokan Pemuda Asal Sumba Barat


Badung, dewatanews.com – Sebuah unggahan viral di media sosial Facebook yang mengungkap dugaan penyekapan dan pengeroyokan terhadap seorang pemuda asal Sumba Barat di kawasan Kedonganan, Kuta, Badung, kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Menindaklanjuti informasi yang beredar luas tersebut, Polsek Kuta bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa itu.

Kasus yang ramai diperbincangkan publik itu disebut terjadi di sebuah hotel di wilayah Kuta dan mulai viral setelah diunggah pada Minggu, 7 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut, korban dikabarkan mengalami luka-luka akibat dugaan penyiksaan serta kehilangan sejumlah barang miliknya.

Menanggapi informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Kuta langsung melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari pengecekan lokasi kejadian, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengumpulan berbagai alat bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan Hariyanto, pemilik warung di Jalan Pasir Putih, Kedonganan, pada Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar pukul 06.00 Wita, seorang pria datang ke warungnya dalam kondisi panik dengan luka pada bagian wajah dan pelipis. Kepada saksi, pria tersebut mengaku baru saja menjadi korban penyiksaan dan penyekapan di sebuah hotel.

Korban yang diketahui berinisial YKB (24), warga asal Sumba Barat, kemudian memberikan keterangan kepada penyidik bahwa dirinya sebelumnya berkenalan dengan beberapa orang melalui aplikasi media sosial. Dari komunikasi tersebut, korban mengaku ditawari pekerjaan sebagai tenaga administrasi sekaligus asisten pribadi di wilayah Kerobokan.

Korban menuturkan, dirinya kemudian diajak bertemu di sebuah hotel dengan alasan untuk menandatangani kontrak kerja. Namun, sesampainya di lokasi, situasi yang dihadapi justru berbeda dari yang dijanjikan.

Menurut pengakuan korban, dirinya diminta menyerahkan sejumlah uang dan selanjutnya mengalami intimidasi. Tidak hanya itu, barang-barang pribadinya seperti telepon genggam, laptop, KTP, hingga paspor disebut turut disita. Korban juga mengaku mendapat ancaman dan mengalami tindakan kekerasan yang menyebabkan dirinya mengalami luka-luka.

Hingga kini, seluruh keterangan yang disampaikan korban masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik. Polisi juga tengah memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut guna memastikan fakta yang sebenarnya serta mengungkap motif di balik dugaan penyekapan dan pengeroyokan tersebut.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com