Badung, dewatanews.com - Ancaman narkoba kini tidak lagi menyasar kalangan dewasa. Remaja usia sekolah menjadi salah satu kelompok paling rentan terjerumus akibat rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh pergaulan. Menyikapi kondisi tersebut, Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, turun langsung mengedukasi pelajar melalui Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 6 Mengwi, pada Rabu (3/6).
Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus memberikan pemahaman mengenai dampak kesehatan, risiko sosial, hingga konsekuensi hukum yang mengintai para pengguna narkoba.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi menegaskan bahwa pendidikan dan sosialisasi sejak dini merupakan senjata paling ampuh untuk mencegah generasi muda terjerat narkoba.
“Usia remaja adalah masa emas pembentukan karakter, namun di sisi lain juga merupakan masa yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi seperti ini sangat penting dan mendesak dilakukan agar adik-adik memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menolak, menjauhi, dan berani berkata tidak terhadap segala bentuk tawaran zat berbahaya tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
Ia menilai, semakin dini anak-anak mendapatkan informasi yang benar mengenai narkoba, semakin besar peluang mereka untuk terhindar dari jerat penyalahgunaan zat terlarang tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang bahaya narkoba, memberikan pengetahuan yang benar mengenai jenis-jenisnya dan dampak yang ditimbulkan, serta memperkuat ketahanan diri agar tidak terjerumus. Tidak hanya itu, kami juga ingin menegaskan bahwa ada konsekuensi hukum yang tegas, dan yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan, baik dari diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Sosialisasi yang berlangsung interaktif ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung. Hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Badung beserta jajaran, Pengawas dan Kepala SMP Negeri 6 Mengwi, serta Perbekel Desa Kekeran.
Nyonya Rasniathi menegaskan, menciptakan sekolah yang bersih dari narkoba merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, sinergi seluruh pihak harus terus diperkuat guna memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, kita optimistis dapat melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari ancaman narkoba,” pungkasnya.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com