Ketidakhadiran Presiden Prabowo di Pembukaan PKB XLVIII Jadi Sorotan, Ini Penjelasannya De Gadjah - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/14/26

Ketidakhadiran Presiden Prabowo di Pembukaan PKB XLVIII Jadi Sorotan, Ini Penjelasannya De Gadjah


Denpasar, dewatanews.com — Tidak hadirnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 menuai perhatian publik dan memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Terkait hal itu, Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, menegaskan bahwa Presiden berhalangan hadir karena harus menjalankan tugas dan tanggung jawab kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan.

Hal itu disampaikan De Gadjah usai menghadiri pementasan Peed Aya dalam rangkaian pembukaan PKB XLVIII di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Denpasar, pada Sabtu (13/6).

“Sebagai Presiden Republik Indonesia, tentu beliau memiliki banyak tugas dan tanggung jawab untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Kita harus menghormati dan memahaminya bersama,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ketidakhadiran Presiden dalam sebuah acara tidak boleh dimaknai sebagai berkurangnya perhatian terhadap Bali. Menurutnya, hubungan Presiden Prabowo dengan masyarakat Bali tetap baik, serta komitmen pemerintah pusat terhadap pembangunan dan pelestarian budaya Bali tetap berjalan.

“Jangan sampai ketidakhadiran dalam satu kegiatan menimbulkan persepsi yang tidak perlu. Perhatian dan komitmen beliau terhadap Bali tetap ada,” tegasnya.

De Gadjah juga mengakui bahwa kehadiran Presiden dalam pembukaan PKB tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bali. Namun, ia mengingatkan bahwa perhatian seorang pemimpin tidak semata diukur dari kehadiran fisik dalam suatu acara.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap fokus menyukseskan Pesta Kesenian Bali sebagai ajang pelestarian dan penguatan identitas budaya daerah.

“Mari kita jadikan PKB sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, dan melestarikan warisan seni budaya Bali,” ajaknya.

Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana PKB tetap menjadi ruang ekspresi bagi para seniman Bali serta mampu memberikan dampak positif bagi kebudayaan dan pariwisata daerah.

Dengan semangat kebersamaan, PKB XLVIII diharapkan terus menjadi kebanggaan masyarakat Bali sekaligus etalase budaya Indonesia di mata dunia.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com