KALAHARA: “Detoks Plastik, Bali Resik” Dorong UMKM Bali Tinggalkan Plastik Sekali Pakai Melalui Komitmen Nyata - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

6/14/26

KALAHARA: “Detoks Plastik, Bali Resik” Dorong UMKM Bali Tinggalkan Plastik Sekali Pakai Melalui Komitmen Nyata


Badung, dewatanews.com - Sebanyak 51 peserta, termasuk pelaku UMKM dari sektor makanan, minuman, dan ritel, berkumpul di The Kul Kul Farm, Abiansemal, dalam acara puncak kampanye KALAHARA: Detoks Plastik, Bali Resik yang diselenggarakan oleh AVANI PR Consultant dan PlastikDetox. Kegiatan ini bertujuan membantu UMKM mempersiapkan transisi menuju praktik bisnis minim plastik di tengah kenaikan harga bahan baku plastik dan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada Agustus 2026.

Kampanye KALAHARA merupakan respons strategis terhadap dua tantangan yang saat ini dihadapi pelaku usaha di Bali, yakni kenaikan harga bahan baku plastik dan rencana penutupan total TPA Suwung pada Agustus 2026. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk memperkuat upaya pengurangan serta pengelolaan sampah secara mandiri dari sumbernya.

Dalam kampanye ini, PlastikDetox berperan sebagai mitra konsultasi strategis yang membantu UMKM melakukan transisi menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan secara terstruktur dan realistis. Acara puncak ini menjadi penutup rangkaian kampanye KALAHARA yang sebelumnya telah menjangkau pelajar, masyarakat, dan pelaku usaha melalui berbagai kegiatan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pengurangan plastik sekali pakai.

“Banyak pelaku usaha ingin mengurangi penggunaan plastik, tetapi sering menghadapi pertanyaan terkait biaya, operasional, dan penerimaan pelanggan. KALAHARA hadir untuk menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kondisi masing-masing usaha,” ujar Ni Luh Sri Junantari, perwakilan PlastikDetox.

Rangkaian acara diawali dengan Living Room Session, sebuah diskusi santai dalam format duduk melingkar yang menghadirkan tiga narasumber, yaitu Putu Oka Astama Adi Putra selaku Koordinator Program PlastikDetox, Brenda Lynn Ritchmond selaku Founder Bali Buda, serta May Hasibuan selaku Founder House of Inang. Sesi ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif peserta dalam merumuskan solusi bisnis yang praktis dan aplikatif.

Kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Kreasi Kemasan Alami yang memperkenalkan wadah makan tradisional Bali berbahan daun kelapa dan daun pisang. Kemasan tersebut terinspirasi dari sarana persembahyangan canang ceper dan tamas, sebagai contoh alternatif kemasan yang memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk berbasis plastik sekali pakai.

Workshop ini difasilitasi oleh Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) LSPR Bali dengan pesan sederhana bahwa solusi yang dicari tidak selalu harus datang dari luar. Kearifan lokal Bali telah menyediakan berbagai alternatif ramah lingkungan sejak lama.

Sebagai bentuk komitmen nyata, peserta mengisi Zona Janji Resik dengan satu komitmen tertulis yang spesifik terkait pengurangan penggunaan plastik dalam bisnis mereka. Lebih dari 30 pernyataan komitmen berhasil terkumpul dan terdokumentasi sebagai bagian dari upaya pengukuran dampak perubahan perilaku pascaacara.

Seluruh area kegiatan juga menerapkan konsep bebas plastik sekali pakai, mulai dari penyajian konsumsi menggunakan tamas, penggunaan peralatan berbahan alami, hingga penyediaan refill station sebagai pengganti air minum dalam kemasan.

“Bali telah memberi begitu banyak kepada kita. Sudah waktunya kita membangun sistem yang juga memberi kembali kepada Bali. Transisi menuju praktik bebas plastik sering dianggap mahal bagi UMKM. Melalui KALAHARA, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang realistis dan tetap menguntungkan secara bisnis,” ujar Muhammad Rizqi Yudono, Ketua AVANI PR Consultant.

Sementara itu, Perbekel Desa Sibang Kaja, Ni Nyoman Rai Sudani, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Harapan kami ke depan, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan karena sangat bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat hingga tingkat desa. Bagaimanapun juga, isu lingkungan merupakan hal yang perlu terus disampaikan dan mendapatkan perhatian dari semua pihak,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, kampanye ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pergeseran paradigma bisnis di Denpasar dan Badung dengan menormalisasi praktik bebas plastik sebagai standar usaha yang wajar, bertanggung jawab, dan menguntungkan.

Dengan momentum yang telah terbangun, AVANI PR Consultant dan PlastikDetox meyakini bahwa langkah ini bukan sekadar sebuah inisiatif, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar, mengakar, dan berkelanjutan. Setelah kegiatan ini, PlastikDetox akan melakukan pendampingan serta pemantauan terhadap komitmen yang telah dituliskan peserta melalui Zona Janji Resik. Hasil pemantauan tersebut akan digunakan untuk mengukur perubahan praktik pengurangan plastik di tingkat usaha dalam beberapa bulan ke depan.

Tentang PlastikDetox
Berdiri sejak 2012, PlastikDetox merupakan program pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di bawah naungan Yayasan Kita Untuk Semesta. Selama lebih dari satu dekade, PlastikDetox telah mendampingi ratusan pelaku usaha di Bali melalui pelatihan praktis, konsultasi operasional, serta akses ke jaringan pemasok alternatif yang lebih ramah lingkungan.

PlastikDetox percaya bahwa transisi dari plastik sekali pakai harus dilakukan secara realistis, bertahap, dan tetap berpihak pada keberlangsungan bisnis.

Tentang AVANI PR Consultant
AVANI PR Consultant merupakan kelompok mahasiswa komunikasi LSPR Bali yang bergerak di bidang hubungan masyarakat strategis. Sebagai penyelenggara kampanye KALAHARA: Detoks Plastik, Bali Resik, AVANI merancang dan mengeksekusi seluruh strategi komunikasi kampanye, mulai dari aktivasi lapangan hingga keterlibatan media, dengan tujuan mendorong perubahan perilaku nyata di kalangan pelaku UMKM di Denpasar dan Badung.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com