Denpasar, dewatanews.com - Hari kedua Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 diwarnai penampilan memukau Tari Joged Bumbung oleh Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng sebagai Duta Kabupaten Buleleng. Penampilan yang berlangsung di Kalangan Madya Mandala Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6), berhasil menarik perhatian ratusan masyarakat melalui sajian yang memadukan revitalisasi tradisi dengan sentuhan kreatif yang relevan bagi generasi muda.
Pada kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Buleleng dipertemukan dengan Sekaa Joged Bumbung Klasik Stuti Dharma Kanthi dari Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Turut hadir menyaksikan penampilan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta ratusan pecinta seni yang memadati area pertunjukan.
Ditemui usai kegiatan, Penata Tabuh Sanggar Seni Werdhi Suara, Gede Nikolas Candra Wiadi, menjelaskan bahwa persiapan penampilan telah dimulai sejak awal April 2026 setelah pihaknya menerima penunjukan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng sebagai duta daerah pada PKB tahun ini.
Menurutnya, kesempatan tampil di PKB merupakan kebanggaan tersendiri bagi para seniman Bali. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan sajian yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sejalan dengan semangat PKB dalam menggali, mengembangkan, melestarikan, dan memberdayakan seni budaya Bali.
"Kami melakukan penggalian kembali terhadap kesenian Joged Bumbung khas Buleleng yang berkembang sejak era 1960-an. Proses revitalisasi dilakukan dengan melibatkan para seniman senior dan tokoh-tokoh yang masih memahami bentuk asli Joged Bumbung Buleleng," ungkap Nikolas.
Pihaknya menambahkan, revitalisasi tersebut terlihat dari bentuk sajian tari maupun gending yang mengangkat kembali karakter seni pejogedan gaya Bali Utara atau Denbukit. Gerakan para penari yang dinamis berpadu harmonis dengan iringan gamelan Joged Bumbung Gobleg era 1960-an yang riang dan komunikatif, menciptakan suasana hangat serta penuh keceriaan di atas panggung.
Meski berpegang pada pakem tradisi, Sanggar Seni Werdhi Suara juga menghadirkan inovasi sebagai upaya menjaga minat generasi muda terhadap seni Joged Bumbung. Salah satu sentuhan kreatif yang ditampilkan adalah pemanfaatan alat musik genggong dan mandolin kuno dalam komposisi pertunjukan.
"Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkreasi. Namun, inovasi yang dilakukan tetap berpijak pada akar tradisi agar identitas seni Joged Bumbung Buleleng tetap terjaga," jelasnya.
Di balik penampilan yang memukau tersebut, proses latihan dilakukan secara konsisten setiap akhir pekan sejak April lalu. Jadwal tersebut dipilih karena sebagian besar anggota sekaa merupakan pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang berada di luar desa sehingga latihan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas pendidikan maupun pekerjaan mereka.
Melalui penampilan ini, Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda. Sajian Joged Bumbung yang memadukan revitalisasi tradisi dengan sentuhan kreasi masa kini menjadi bukti bahwa warisan budaya tetap dapat berkembang dan relevan di tengah dinamika zaman.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris DPRD Kabupaten Buleleng Nyoman Riang Pustaka, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Putu Supini, serta para pecinta seni Joged Bumbung dari berbagai daerah.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com