Tabanan, dewatanews.com – Sebanyak 1.500 generasi muda dari 20 desa adat memeriahkan Parade Gebogan dan Baleganjur bertema Dharma Santi Mahotsava di kawasan wisata Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali. Kegiatan yang berlangsung selama hampir dua bulan ini resmi dibuka oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata berbasis budaya sekaligus melestarikan tradisi Bali.
Pembukaan parade digelar di Bamboo Stage The Blooms Bali, Minggu (21/6), dan dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, Direktur DTW Ulun Danu Beratan, serta berbagai unsur masyarakat.
Acara diawali dengan penampilan gamelan dan tarian maskot Ulun Danu yang untuk pertama kalinya dipentaskan kepada publik. Penampilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Sanjaya.
“Saya apresiasi adik-adik yang megambel. Tarian maskot Ulun Danu yang perdana ditarikan sangat memukau dan luar biasa. Tarian yang melambangkan Dewi Ulun Danu didampingi empat penari sebagai simbol Catur Angga yang mengawal Pura Ulun Danu sungguh sangat memukau,” ujar Sanjaya.
Dalam sambutannya, Sanjaya juga memberikan penghargaan kepada manajemen DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali yang konsisten menghadirkan berbagai kegiatan kreatif untuk mendukung kunjungan wisata sekaligus menjadi ruang pelestarian seni dan budaya masyarakat lokal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan parade kesenian budaya berupa Gebogan dan Baleganjur ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat daya tarik destinasi wisata di kawasan Bedugul dan sekitarnya,” tegasnya.
Peresmian kegiatan ditandai dengan penarikan replika gebogan oleh Bupati Sanjaya. Ia menjelaskan, gebogan merupakan simbol persembahan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai ungkapan rasa syukur atas segala anugerah kehidupan.
“Gebogan melambangkan gunung sebagai simbol kesucian, tempat bersthananya para dewa. Isi gebogan merupakan hasil bumi yang dipersembahkan sebagai wujud syukur atas kemakmuran dan kehidupan yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ketika dipadukan dengan Baleganjur, parade ini menjadi representasi yang sangat tepat dalam menampilkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Tabanan,” jelasnya.
Sanjaya mengaku bangga melihat perkembangan DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali yang terus berkembang hingga menjadi destinasi wisata bertaraf internasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari pengelolaan yang profesional dan dukungan masyarakat sekitar.
“Saya mengikuti perkembangan tempat ini sejak awal. Kini kita bisa melihat bagaimana Ulun Danu dan The Blooms terus menunjukkan kemajuan yang luar biasa hingga mampu menarik wisatawan nasional maupun mancanegara. Ketika sektor pariwisata berkembang secara profesional, manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat, pengelola, dan pemerintah secara bersama-sama,” imbuhnya.
Ia juga menilai keterlibatan sanggar seni, yowana, ibu-ibu PKK, dan masyarakat adat menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan Tabanan dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, menjelaskan Parade Gebogan dan Baleganjur tahun ini mengusung tema Dharma Santi Mahotsava yang bermakna merajut persatuan melalui seni dan tradisi.
Kegiatan berlangsung mulai 21 Juni hingga 9 Agustus 2026 dan diikuti 20 Desa Adat Pemaksan Pura Ulun Danu Beratan. Sebanyak 1.500 generasi muda akan tampil secara bergiliran menampilkan atraksi budaya khas Bali untuk menghibur wisatawan yang berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali.
Melalui parade tersebut, pihak penyelenggara berharap atraksi budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi kawasan Bedugul sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com