Klungkung, dewatanews.com – Upaya Kabupaten Klungkung mengatasi persoalan sampah memasuki babak baru. Bupati Klungkung I Made Satria meninjau langsung progres perakitan mesin pengolah sampah berteknologi Australia di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Desa Kusamba, yang mampu mengubah limbah seperti ban bekas dan RDF menjadi bahan bakar minyak.
Peninjauan dilakukan di TOSS Center yang berlokasi di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Minggu (7/6) sebagai bagian dari percepatan program penanganan sampah berbasis teknologi modern di Kabupaten Klungkung.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Satria menerima laporan mengenai perkembangan pemasangan tiga unit mesin pengolah sampah yang saat ini tengah dirakit. Salah satu unit berukuran lebih kecil dengan kapasitas 750 kilogram per siklus atau sekitar 10 jam operasional telah berhasil menjalani tahap uji coba.
Hasil pengujian awal menunjukkan capaian yang cukup menjanjikan. Dari 13 ban bekas berukuran ban truk yang diolah, mesin mampu menghasilkan sekitar 120 liter minyak. Sementara pengolahan 200 kilogram Refuse Derived Fuel (RDF) menghasilkan sekitar 80 liter minyak.
Bupati Satria menilai hasil tersebut menjadi indikator positif bagi pengembangan sistem pengelolaan sampah di Klungkung yang selama ini terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Secara kasat mata hasilnya sudah bagus. Ini merupakan salah satu terobosan dalam penanganan sampah di Klungkung. Mesin yang paling kecil sudah diuji coba sesuai harapan. Saat ini tinggal melakukan uji emisi untuk memastikan pengoperasiannya benar-benar ramah lingkungan,” ujar Bupati Satria.
Menurutnya, teknologi yang digunakan bekerja dengan sistem pemanasan bersuhu tinggi untuk mengolah sampah menjadi produk turunan yang bernilai guna. Proses tersebut dirancang agar ramah lingkungan dengan emisi yang dihasilkan berupa uap air, bukan asap yang berpotensi mencemari udara.
Karena itu, tahap uji emisi menjadi langkah penting sebelum seluruh mesin dioperasikan secara penuh.
Bupati Satria berharap seluruh proses pengujian dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas pengolahan sampah tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir Juni 2026.
Ia optimistis kehadiran teknologi ini akan membantu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan di Kabupaten Klungkung.
“Semakin cepat bisa dioperasikan tentu semakin baik, sehingga upaya penanganan sampah di Klungkung dapat berjalan lebih optimal,” tegasnya.
Keberadaan mesin pengolah sampah ini diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di Klungkung sekaligus mendukung target Bali menuju pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berwawasan lingkungan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com