Ketua HMPS Agroteknologi Unwar: Hidroponik Jadi Solusi Pertanian Efisien dan Ramah Lingkungan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

5/22/26

Ketua HMPS Agroteknologi Unwar: Hidroponik Jadi Solusi Pertanian Efisien dan Ramah Lingkungan


Badung, dewatanews.com — Keterbatasan lahan dan tantangan perubahan iklim menuntut transformasi nyata dalam sektor pertanian. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Agroteknologi Universitas Warmadewa (Unwar) mengambil langkah konkret dengan membedah tuntas teknologi hidroponik sebagai pilar pertanian masa depan.

Melalui pelatihan intensif yang digelar di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sedana Sari, Desa Selat, Abiansemal, Badung, Jumat (22/5), fokus diarahkan pada penguatan kapasitas teknis, mulai dari hulu pembibitan hingga manajemen nutrisi yang presisi.

Ketua HMPS Agroteknologi Unwar, I Putu Diki Aditya Putra, menegaskan bahwa hidroponik bukan lagi sekadar tren budi daya, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh di tengah menyusutnya lahan produktif.

"Hidroponik jadi solusi pertanian efisien dan ramah lingkungan. Melalui sistem ini, kita bisa memaksimalkan produktivitas tanaman di ruang yang terbatas, sekaligus menghemat penggunaan air dan menekan emisi lingkungan secara signifikan," ujar Diki Aditya di sela-sela kegiatan.

Menurut Diki, kunci keberhasilan hidroponik terletak pada fase awal, yaitu pembibitan. Kesalahan pada subsistem hulu ini akan berdampak fatal pada fase produksi. Oleh karena itu, pelatihan ini secara spesifik mengupas teknik persiapan media tanam, seleksi benih berkualitas, hingga manajemen penyemaian dan pemindahan bibit (*transplanting*) yang steril.

Langkah taktis mahasiswa ini mendapat dukungan penuh dari pihak program studi. Ketua Program Studi Agroteknologi Unwar, Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si., menyatakan bahwa pelatihan pembibitan hidroponik ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi tuntutan pertanian 4.0. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami prinsip dasar seperti sistem NFT, DFT, dan *wick system*, tetapi juga harus mampu merakit instalasi sederhana menggunakan bahan lokal yang ekonomis untuk skala pekarangan.

"Kegiatan ini memberikan dampak multidimensi bagi mahasiswa. Dari aspek akademik, mereka mendapatkan *hard skill* langsung yang jarang diperoleh di kelas teori, seperti kalibrasi EC/pH meter dan pembuatan larutan nutrisi AB Mix. Materi fisiologi tanaman dan pemupukan menjadi lebih sinkron karena langsung dipraktikkan," urai Gusti Bagus Udayana.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi ini membuka peluang karir dan kewirausahaan yang luas di era urban *farming*, baik sebagai pengembang *agrotech startup* maupun membuka usaha pembibitan mandiri. Dari aspek lingkungan, sistem ini menghemat air hingga 70-90% dibanding pertanian konvensional, sehingga mencetak mahasiswa sebagai agen keberlanjutan yang siap berkontribusi bagi masyarakat Bali yang lahannya kian terbatas.

Dukungan serupa datang dari praktisi lapangan. Ketua P4S Sedana Sari, Ir. Made Suparsa, menyambut baik antusiasme para mahasiswa dan membuka ruang diskusi selebar-lebarnya bagi mereka yang ingin mendalami usaha ini lebih jauh. Menurutnya, mahasiswa pertanian wajib membekali diri dengan keahlian praktis agar menjadi SDM yang benar-benar dibutuhkan industri dan masyarakat ke depan.

"Mahasiswa pertanian mesti memahami proses secara utuh, mulai dari penyediaan media tanam, pembibitan, hingga produksi tanaman. Pemahaman yang kuat di hulu akan membentuk kepekaan mereka dalam berbisnis," kata Made Suparsa.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mitigasi risiko dalam usaha tani. Mahasiswa dituntut mampu mendeteksi lebih awal potensi kerugian dan melakukan langkah penanggulangan secara mandiri dan ekologis.

"Mahasiswa juga harus mampu melakukan langkah penanggulangan, seperti dalam pengendalian hama dengan menggunakan biopestisida. Contoh konkretnya adalah memanfaatkan bahan alami di sekitar kita, seperti membuat pestisida nabati dari daun srikaya," pungkas Suparsa.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com