Barungan Agung Bius Ribuan Penonton, Empat Sekaa Gong Satu Panggung di Gianyar - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

4/14/26

Barungan Agung Bius Ribuan Penonton, Empat Sekaa Gong Satu Panggung di Gianyar


Gianyar, dewatanews.com – Pementasan Gong Kebyar Barungan Agung serangkaian Pekan Budaya Gianyar sukses memukau ribuan penonton di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Senin (13/4) malam. Konsep kolaborasi empat sekaa gong dalam satu panggung besar menghadirkan suasana spektakuler dan menjadi sajian seni yang jarang ditemui.

Riuh tepuk tangan dan decak kagum penonton pecah sejak Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Cudamani memasuki panggung. Energi muda yang ditampilkan para penabuh dan penari langsung membakar atmosfer Alun-alun Gianyar.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, mengatakan konsep Barungan Agung merupakan format baru yang memadukan empat sekaa gong dalam satu pertunjukan utuh.

“Ini pertama kalinya di Gianyar, bahkan di Bali, penyatuan empat sekaa dalam satu konsep pertunjukan yang utuh. Kami ingin menghadirkan akulturasi pertunjukan yang lebih kompleks, sekaligus memberi ruang eksplorasi bagi para seniman,” ujarnya.

Empat sekaa yang tampil terdiri atas dua kelompok yang dipersiapkan sebagai Duta Gianyar 2026, yakni Gong Kebyar Anak-anak dan Gong Kebyar Wanita. Sementara dua sekaa lainnya hadir sebagai pendamping sekaligus penantang yang disiapkan untuk ajang berikutnya.

Pada segmen anak-anak, Gong Kebyar Banjar Kebon Bona Blahbatuh tampil percaya diri berhadapan dengan energi eksplosif Sanggar Cudamani Pengosekan Ubud. Sedangkan di kategori wanita, Sanggar Lila Janaki Batuan Sukawati menampilkan kehalusan gerak yang berpadu dengan dinamika tabuh dari Sanggar Alit Sundari Batuyang.

Perpaduan tabuh yang menghentak, koreografi yang ekspresif, serta kekompakan para seniman membuat penonton larut dalam pertunjukan yang berlangsung meriah.

Adi Parbawa menegaskan, pergelaran ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus hidup di Gianyar.

“Pergelaran ini adalah persembahan utama untuk masyarakat Gianyar sendiri, sebelum nanti dibawa ke panggung yang lebih luas seperti PKB. Ini tentang tanah kelahiran, tentang generasi, dan tentang keberlanjutan budaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, generasi muda Gianyar terus menunjukkan kreativitas dan inovasi di bidang seni. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tema Pekan Budaya Gianyar tahun ini, Prasada Bhakti Ulangun, yang bermakna kemuliaan pesona Gianyar.

Sementara itu, perwakilan Majelis Kebudayaan Bali Kabupaten Gianyar, I Wayan Sudirana, menilai panggung seperti Barungan Agung penting sebagai ruang kaderisasi seniman muda.

“Ini langkah konkret pemerintah dalam membina generasi muda di bidang seni. Mereka tidak hanya belajar, tetapi langsung diuji di panggung,” katanya.

Pekan Budaya Gianyar masih berlanjut. Pada Selasa (14/4), giliran Gong Kebyar Dewasa Duta Gianyar 2026 dari Sanggar Naya Art Batubulan akan tampil bersama kelompok pendamping sebagai bagian dari persiapan menuju Pesta Kesenian Bali.

Melalui Barungan Agung, Gianyar kembali menunjukkan diri sebagai daerah yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menghidupkannya lewat kemasan baru yang segar, kolaboratif, dan penuh daya ledak artistik.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com