Gianyar, dewatanews.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melayat ke Puri Agung Gianyar pada Kamis (5/3) siang. Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut hadir dalam rangkaian upacara Karya Pelebon Ida Bhagawan Blebar yang tengah berlangsung di lingkungan puri.
Megawati tiba saat prosesi Ngaskara sedang dilaksanakan di Bale Sumanggen. Disambut Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun yang juga merupakan adik dari mendiang Ida Bhagawan Blebar.
Dengan mengenakan kebaya bernuansa putih, Megawati turun dari kendaraan dan langsung dipayungi oleh Mahayastra sebelum berjalan menuju area dalam puri untuk menyampaikan belasungkawa dan doa.
Sejumlah tokoh turut hadir mendampingi kunjungan tersebut. Di antaranya Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga bersama istrinya I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, serta tokoh puri Cok Ratmadi. Selain itu, tampak pula sejumlah bupati dan wakil bupati dari berbagai kabupaten di Bali yang ikut hadir dalam prosesi penghormatan terakhir tersebut.
Setelah berbincang sejenak dengan keluarga puri dan para tokoh yang hadir, Megawati kemudian menuju Bale Sumanggen untuk mendoakan mendiang Ida Bhagawan Blebar.
Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, selain memberikan doa, Megawati juga menyampaikan sejumlah pesan kepada keluarga besar Puri Agung Gianyar. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah puri, melestarikan adat dan tradisi, serta mempertahankan nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun.
“Beliau berpesan agar keluarga besar puri tetap menjaga marwah puri dan pelestarian adat, sehingga nama baik puri tetap terjaga di tengah masyarakat,” ujar Mahayastra.
Menurutnya, Puri Agung Gianyar memiliki posisi penting dalam sejarah dan kebudayaan Bali. Puri ini tidak hanya menjadi simbol kerajaan di masa lalu, tetapi juga menjadi ikon keberadaban dan pusat tradisi yang masih dijaga hingga kini, khususnya di Kota Gianyar.
Sementara itu, rangkaian upacara Pelebon Ida Bhagawan Blebar masih akan berlanjut hingga puncak upacara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Setra Beng, Gianyar.
Pada puncak prosesi tersebut, jenazah mendiang yang memiliki nama Ida Begawan Blebar, Anak Agung Gede Agung Bharata, akan diantar dari Puri Agung Gianyar menuju setra dengan rangkaian upacara pelebon tingkat utama.
Sejumlah tokoh nasional juga diagendakan hadir dalam prosesi puncak tersebut. Salah satunya adalah Prananda Prabowo yang dijadwalkan ikut mengantarkan langsung jenazah mendiang dari puri menuju Setra Beng sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Upacara pelebon ini sendiri menjadi perhatian luas masyarakat, tidak hanya di Gianyar tetapi juga di berbagai daerah di Bali, mengingat posisi Puri Agung Gianyar sebagai salah satu pusat sejarah kerajaan dan kebudayaan Bali yang hingga kini masih memegang peran penting dalam kehidupan adat dan tradisi masyarakat.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com