Antisipasi Dampak Global, Gianyar Kaji WFH Sehari dan Tekan Panic Buying BBM - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

3/30/26

Antisipasi Dampak Global, Gianyar Kaji WFH Sehari dan Tekan Panic Buying BBM


Gianyar, dewatanews.com - Pemerintah Kabupaten Gianyar meminta masyarakat tidak menyikapi isu kenaikan dan potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. Di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi, kondisi pasokan BBM di wilayah Gianyar dipastikan masih dalam keadaan aman dan terkendali.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi guna menjaga stabilitas aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan.

Bupati Gianyar menyampaikan, kebijakan tersebut belum diterapkan, namun telah dipersiapkan sebagai langkah responsif apabila terjadi eskalasi situasi di sektor energi. Menurutnya, fleksibilitas kebijakan menjadi kunci agar pemerintah dapat bergerak cepat menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Langkah ini sifatnya antisipatif. Kami melihat perkembangan situasi terlebih dahulu. Jika diperlukan, WFH bisa diterapkan satu hari dalam seminggu, dengan penyesuaian hari sesuai kebutuhan,” ujarnya, Senin (30/3).

Ia menegaskan bahwa BBM merupakan komponen vital yang memiliki dampak luas terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga distribusi barang dan jasa. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait guna memastikan pasokan dan distribusi tetap berjalan lancar.

Selain menyiapkan kebijakan internal, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM maupun kebutuhan pokok secara berlebihan. Praktik panic buying dinilai justru berpotensi menimbulkan gangguan distribusi serta menciptakan kelangkaan semu di tengah masyarakat.

“Kalau semua belanja sesuai kebutuhan, tentu akan cukup. Namun jika ada yang membeli secara berlebihan, itu yang justru bisa menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kondisi geografis Bali sebagai pulau dengan wilayah relatif kecil menjadi salah satu faktor pendukung stabilitas distribusi logistik. Meskipun sebagian pasokan BBM didatangkan dari luar daerah, seperti dari Pulau Jawa melalui jalur Banyuwangi, sistem distribusi dinilai masih berjalan dengan baik.

“Bali ini wilayahnya kecil, sehingga distribusi relatif lebih mudah dikendalikan. Walaupun BBM didatangkan dari luar, bukan berarti kita harus panik. Semua masih dalam kondisi normal,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Gianyar memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi global maupun nasional yang berpotensi berdampak pada ketersediaan energi di daerah. Langkah cepat dan terukur akan diambil jika diperlukan, guna menjaga stabilitas pasokan serta kenyamanan masyarakat.

Di sisi lain, peran masyarakat juga dinilai sangat penting dalam menjaga keseimbangan distribusi. Dengan tetap bijak dalam konsumsi dan tidak terprovokasi isu yang belum tentu benar, stabilitas pasokan BBM maupun kebutuhan pokok diharapkan dapat terus terjaga.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com