Satukan 500 Stakeholders Menuju Pasar Global, Hari Arak Bali ke-6 Siap Digelar - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/27/26

Satukan 500 Stakeholders Menuju Pasar Global, Hari Arak Bali ke-6 Siap Digelar


Denpasar, dewatanews.com - Pemerintah Provinsi Bali akan menyelenggarakan Hari Arak Bali ke-6 pada 29 Januari 2026di The Westin Resort Nusa Dua – Bali International Convention Centre (BICC), dengan mengundang lebih dari 500 pemangku kepentingan (stakeholders) Arak Brem Bali dari seluruh Bali. 

Forum ini tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi dirancang sebagai pertemuan strategis nasional untuk menyatukan seluruh ekosistem Bali — dari petani, koperasi, produsen, distributor, pelaku pariwisata dan hospitality, hingga regulator dan kementerian terkait — dengansatu tujuan besar: memperkuat tata kelola Arak & Brem Bali dari hulu ke hilir dan menyiapkan langkah nyata untukmendorongnya menembus pasar global.

Mengusung tema: “Arak Brem Bali – Local Spirit Goes Global”, Hari Arak Bali 2026 menandai perihal penting: dari pengenalan warisan budaya menjadi platform konsolidasi industri dan diplomasi budaya-ekonomi, yang menempatkan Arak & Brem Bali sebagai produk budaya-spiritual yang dikelola secaramodern, bertanggung jawab, dan berdaya saing internasional — tanpa kehilangan akar tradisi dan makna spiritualnya.

Bagi Bali, Arak & Brem bukan sekadar minuman. Keduanya merupakan bagian dari budaya dan spiritualitas, digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual, sekaligus menjadisimbol hubungan manusia dengan alam dan leluhur. Kini, warisan tersebut memasuki babak baru: naik kelas sebagai industri budaya yang tertata, aman, dan siap bersaing di pasar global.

Enam tahun setelah diberlakukannya Peraturan GubernurBali No. 1 Tahun 2020, Arak & Brem Bali telah mengalami transformasi nyata: dari produk tradisi yang selama puluhan tahun berada di ruang informal, menjadi produk budaya yang sah, diakui, dan berkembang sebagai bagian dari industri kreatifdan pariwisata Bali.

Hingga hari ini, tercatat sudah ada 58 merek Arak & Brem Bali yang diproduksi secara legal, dinaungi oleh 18 koperasi dari berbagai wilayah di Bali. Data ini menunjukkan bahwa industri Arak & Brem Bali telah tumbuh sebagai ekosistem dari hulu ke hilir — mulai dari petani bahan baku, proses produksiyang semakin konsisten dan bertanggung jawab, hingga distribusi ke pasar – dan untuk sementara distributor yang menampung khusus arak adalah Pt Dewan Arak Bali berkolaborasi dengan asosiasi Trisnaning Arak Berem Bali. 

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pengembangan Arak & Brem Bali harus dibangun sebagai ekosistem industri yang utuh, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Arak & Brem Bali hari ini tidak lagi berdiri sendiri sebagai produk tradisional. Kita sedang membangun sebuah ekosistem industri. Kehadiran PT Kanti Barak Sejahtera sebagai off taker dan agregator menunjukkan bagaimana seluruh rantai nilai — dari petani, perajin, koperasi, hingga industri — bisa terhubung dalam satu sistem yang tertata, berkualitas, dan bertanggung jawab. Ini adalah bukti bahwa Arak & Brem Bali bisa naik kelas tanpa kehilangan jati dirinya. Ke depan, Arak & Brem Bali harus tumbuh sebagai kebanggaan Bali dan Indonesia di pasar global,” ujar Gubernur Bali.

Sementara itu, Ngurah Wiryanata Kepala Disperindag Provinsi Bali sekaligus Penanggunhg Jawab Panitia Hari Arak Bali 2026, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini memangdirancang sebagai titik lompatan strategis, bukan sekadar perayaan seremonial.

“Hari Arak Bali ke-6 ini bukan hanya selebrasi. Ini adalah forum konsolidasi seluruh ekosistem. Kita ingin memperkuat tata kelola, memastikan produksi yang konsisten dan bertanggung jawab, memperbaiki sistem distribusi, sekaligus menyiapkan langkah-langkah promosi yang terstruktur menuju pasar global. Ini adalah gerakan bersama dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Hari Arak Bali 2026 dirancang sebagai platform konsolidasi nasional yang menyatukan seluruh rantai nilai Arak & Brem Bali dalam satu arah kebijakan dan strategi bersama.

Rangkaian acara akan mencakup:
• Tiga sesi talkshow strategis tentang kebijakan nasional dan daerah, standar kualitas dan keamanan produk, sertastrategi branding dan promosi global.
• Pameran dan showcase Arak & Brem Bali dari para produsen dan koperasi.
• Deklarasi bersama “Arak & Brem Bali Goes Global”, yang menegaskan komitmen terhadap kualitas, keamanan, keberlanjutan, dan promosi kolektif.
• Kompetisi mixologist, untuk memperkenalkan Arak & Brem Bali dalam konteks mixology dan gaya hidup global.
• Malam jejaring (networking) dengan konsep street food dan Arak & Brem Bali.

Sebagai bagian dari orkestrasi Pemerintah Provinsi Bali, forum ini juga akan melibatkan dan mengundang BPOM RI, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, sertajaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Keterlibatan ini memastikan bahwa pengembangan Arak & Brem Bali berjalan sejalan dengan standar nasional, kepentinganekspor, dan diplomasi budaya Indonesia.

Kehadiran BPOM menegaskan bahwa aspek kualitas dan keamanan produk menjadi fondasi utama sebelum melangkahlebih jauh ke pasar internasional.

“Yang kita bangun bukan hanya merek-merek individual, tetapiArak & Brem Bali sebagai identitas budaya Indonesia, sekaligus sebagai ruang tumbuh bersama bagi petani, koperasi, produsen, dan seluruh pelaku industrinya, ini menjadi momentum penting untuk perkembangan industri arak & bremtanpa meninggalkan nilai budaya Bali.” tambah Ngurah Wiryanata.

Hari Arak Bali diperingati setiap 29 Januari sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali yang memiliki nilai budaya dan spiritual. Pada tahun 2026, peringatan ini memasuki penyelenggaraan yang ke-6, dan diarahkan sebagai instrumen penguatan tata kelola, standarisasi, serta pengembangan Arak & Brem Bali secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif Bali.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com