Denpasar, dewatanews.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster memimpin rapat koordinasi Tim Monitoring Pameran IKM Bali Bangkit 2026, di Ruangan Dekranasda Provinsi Bali, Kamis (15/1).
Putri Koster menegaskan bahwa pameran IKM Bali Bangkit ini, akan dilaksanakan sebagai program pameran tetap, yang diselenggarakan sampai tahun 2030 mendatang, yang dilaksanakan di taman budaya art center, memanfaatkan gedung Ardha Candra dan Ksirarnawa.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata menyampaikan, untuk mensukseskan pameran tetap ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah melibatkan 14 orang dari 7 OPD untuk turut serta sebagai tim monitoring. Yang memastikan bahwa semua produk yang dipajang semua sudah menggunakan barcode, dipasangkan pin atau label sensor untuk keamanan.
Selain itu, tim monitoring juga bertugas untuk memastikan satu stand di jaga oleh 1 penjaga stand. Sehingga semua akan berjalan sesuai yang diinginkan, khususnya dengan menjaga kerapian, kebersihan dan kenyamanan area pameran yang tentu akan menentukan kualitas barang yang di jual, dan sesuai dengan harga yang di bandrol.
"Penyesuaian harga dan barcode juga harus di ricek ulang agar tidak terjadi kekeliruan", ungkapnya.
Selain itu, penggunaan tas kresek/ tas plastik sekali pakai juga dipantau agar tidak ada stand yang menggunakannya sebagai pembungkus produk yang terjual.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com