Denpasar, dewatanews.com - Disebuah sudut gudang rumahnya, sebuah sepeda lama diam tanpa daya. Tak ada yang menyangka, sepeda itulah yang akan menjadi awal dari transformasi besar dalam hidup Christian Gunawan, seorang laki-laki yang dulunya lebih sering memegang stik golf dibanding stang sepeda.
"Saya memang dari kecil suka olahraga," ujarnya mengenang.
Ketertarikannya pada sepeda sudah muncul sejak masa kecil, lalu berlanjut saat ia kuliah di Singapura pada 2006, ketika ia membeli road bike pertamanya dan mulai gowes sendiri. Namun, semua itu sempat tertinggal saat ia pulang ke Bali di 2010 dan tenggelam dalam kesibukan kerja dan rutinitas. Hingga pandemi datang. Dunia berhenti. Tapi justru dari diam itulah, sesuatu bergerak.
"Saya lihat teman-teman mulai sepedaan keluar rumah. Saya jadi ingat, saya masih punya sepeda di gudang,” ungkapnya.
Sepeda itu pun dibongkar, dibersihkan, diperbaiki. Sekadar iseng, katanya. Tapi dari keisengan itu, lahir keputusan impulsif yang mengubah segalanya.
“Waktu itu saya dan dua teman lagi makan bareng. Bercanda bilang, ‘Udah, daftar aja Ironman!’ Kami langsung keluarin kartu kredit saat itu juga,” terangnya.
Triathlon Ironman Lombok di 2022 jadi target pertama. Mereka mulai latihan, cari pelatih,dan menjadikan olahraga ini sebagai gaya hidup baru. Di titik ini, triathlon tak sekadar soal fisik. Ia menjadi refleksi tentang ketekunan, kesabaran, dan kepedulian.
"Tahun 2022 saya sempat kecelakaan sepeda. Memar dari pinggang sampai kaki belakang. Hampir empat bulan nggak bisa latihan,”
Ia sempat putus asa. “Sayang banget rasanya. Kita udah bangun performa, lalu jatuh, dan harus mulai dari nol lagi,” imbuhnya. Tapi ia tak menyerah. Kini, Christian telah menyelesaikan Ironman Lombok (2022), PTO T100 (2023), hingga finish di ajang Ironman Italia pada 2024 sebagai peserta Indonesia dengan catatan waktu terbaik kedua. Namun tak berhenti di situ. Christian tengah menatap tantangan berikutnya dengan semangat yang sama, dengan tujuan yang lebih dalam.
“Kenapa nggak sekalian bantu orang lain lewat olahraga?” katanya.
Bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dalam Run for Charity – Maybank Marathon 2025, ia memilih lari untuk mendukung akses air bersih di NTT, wilayah yang pernah ia kunjungi dan meninggalkan kesan mendalam.
"Miris banget. Negara kita ini kaya, tapi masih banyak warga yang nggak punya akses air bersih," ujarnya.
Baginya, ini bukan soal mengejar waktu tempuh atau medali. Ini soal kepuasan yang berbeda, tentang menjadi bagian dari solusi. Lewat olahraga, Christian bukan hanya menantang dirinya sendiri, tapi juga mengulurkan tangan untuk orang lain. Perjalanan ini membuktikan satu hal: perubahan besar bisa dimulai dari satu kayuhan kecil dan satu niat tulus untuk peduli.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com