Prebekel Pemogan Keluhkan Banyaknya Gorong-gorong Rusak Yang Berakibat Terjadi Banjir - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/18/23

Prebekel Pemogan Keluhkan Banyaknya Gorong-gorong Rusak Yang Berakibat Terjadi Banjir



Denpasar, dewatanews.com - Prebekel Desa Pemogan, Denpasar Barat Made Suwirya mengeluhkan banyaknya gorong-gorong yang rusak dan berloba. Ketika musim hujan tiba akan terjadi luapan air yang mengakibatkan terjadinya banjir. 

Contohnya di Jalan Griya Anyar, Desa Pemogan, kalau ke barat jalanya bagus dan sudah banyak yang di hotmix, sebab daerah tersebut merupakan daerah tapal batas antara Denpasar dan Badung. 

"Ketika berjalan ke timur, justru keadaanya berbeda. Jalanya benyah latik, dan gorong-gorong banyak yang rusak, serta tidak berfungsi dengan baik yang menyebabkan banjir ketika musim hujan tiba," kata Suwirya, Rabu (18/1). 

Sembari menyampikan dengan melihat kondisi yang seperti itu tentu selaku Prebekel tidak bisa berbuat banyak. Itu dikarenakan keberadaan gorong-gorong disana belum tertangani dengan baik. 

Ini kasus sudah lama, dan sempat dilakukan pengecekan. Namanya juga sebatas di cek saja, namun tidak ada kelanjutanya. 

"Semoga dari Dinas PU terkait permasalahan gorong-gorong ini diharapkan segera bisa ditangani agar kedepanya ketika musim hujan tiba tidak terjadi banjir," imbuhnya. 

Prebekel Suwirya juga menyinggung soal sampah yang mengatakan kalau sampah yang ada di wilayah Desa Pemogan sudah sepenuhnya teratasi. 

Namun yang masih terkendala adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), sebab semakin tinggi pelangganya, maka jumlah SDM yang dibutuhkan akan bertambah. Ia mengatakan masih butuh penambahan SDM, dan sewaktu-waktu juga butuh penambahan mesin pengolah atau penyacah sampah. 

"Itu dikarenakan di Desa Pemogan jumlah penduduknya semakin meningkat. Apalagi dengan 15 Banjar yang dimiliki saat ini, belum lagi keberadaan jumlah penduduk non hindu yang jumlahnya tidak sedikit," terangnya. 

Suwirya menambahkan terkait persoalan sampah hendaknya pemerintah juga harus tegas dalam membuat aturan terutama aturan dalam Peraturan Walikota (Perwali) tentang cara pemilahan sampah organik dan non organik. 

Kalau di Perwali belum ditegaskan, maka sering apapun kita melalukan sosialisasi terkait sampah hasilnya pasti sama. Terlebih untuk merubah ke hal baru rasanya masih agak sulit dengan melihat kebiasaan masyarakat yang tidak begitu mau melakukan pemilahan sampah organik dan non organik. 

"Semoga dalam hal ini aturan daripada Perwali bisa lebih dipertegas lagi. Ini juga demi kebaikan kita bersama dalam menjadikan wilayah atau lingkungan lebih bersih, asri, dan nyaman, dan terbebas dari sampah," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com