Rayakan Tumpek Wayang, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jalankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

3/5/22

Rayakan Tumpek Wayang, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jalankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi

Denpasar, dewatanews.com - Setelah menghadiri acara Ground Breaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jalan Tol Bali Mandara, sebagai rangkaian Tumpek Wayang, Gubernur Bali pun menghadiri acara Perayaan Rahina Tumpek Wayang Dengan Upacara Jagat Kerthi pada Saniscara, Kliwon, Wayang, Sabtu (5/3).

Mengawali sambutan pada acara yang turut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Seniman, Budayawan, serta pejabat di jajaran Pemprov Bali, Gubernur Koster menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mengimplementasikan berbagai kebijakan Pemprov Bali yang berpihak pada nilai-nilai warisan leluhur, salah satunya Tumpek Wayang ini sendiri.

Menurutnya, sebagaimana yang tertuang dalam SE Gubernur Bali nomor 4 tahun 2022 tentang Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi, Hari Raya Tumpek yang merupakan salah satu kekayaan, warisana adi luhung para leluhur Bali, harus dijalankan secara konsisten sesuai perayaannya. 

“Pertama kita merayakan Tumpek Uye sebagai wujud Upacara Danu kerthi 19 Januari yang lalu di Danau Buyan. Saya sangat bangga seluruh masyarakat Bali mulai dari Bupati/Walikota, instansi vertical/horizontal, bendesa/kepala desa, hingga orang per orang sangat semangat merayakannya bahkan banyak di antara mereka yang secara simbolis melepas binatang ke habitatnya, seperti ikan, burung dan binatang lainnya. Saya bangga, karena ini car akita memunculkan dan memuliakan semua unsur yang ada di ala mini,” jelasnya.

Mengenai Tumpek Wayang ini sendiri, Gubernur yang merupakan Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini pun merangkaikan dengan peluncuran penerapan energi bersih, salah satunya peluncuran Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) di Jalan Tol Bali Mandara. Hal ini juga diungkapkannya sebagai komitmennya menjaga kesucian alam Bali dengan mulai meninggalkan sumber energi yang tidak ramah lingkungan. 

“Dari 1.250 Megawatt kebutuhan energi listrik di Bali, 380 Megawatt di antaranya masih disupply oleh Paiton dan masih menggunakan energi berbahan dasar fosil. Kita akan ubah itu, sehingga nanti pulau yang kita cintai ini bisa menjadi Bali Mandiri Energi,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran ini seraya menjelaskan Pemprov Bali telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). 

“Kita sudah punya PLTG di Pesanggaranan sebesar 220 Megawatt, yang akan ditambah 200 megawatt lagi. Di Celukan Bawang sebesar 350 Megawatt, nanti akan dibangun lagi di Pemaron dan Gilimanuk, sehingga kebutuhan 1.250 Megawatt itu akan disupply sepenuhnya dari Bali menggunakan energi bersih,” tuturnya. 

Hal itu merupakan komitmen Gubernur Bali untuk menjaga kesucian alam Bali dengan menggunakan energi yang bersih.

“Saya benar-benar proteksi Bali secara politik, ekonomi dan budaya. Ke depan Bali harus memenuhi kebutuhannya dari hasil bumi dan produksi di Bali, sehingga tidak akan tergantung dari luar,” tegas Gubernur yang juga merupakan mantan anggota DPR RI 3 periode berturut-turut. 

Menurutnya, visi ini akan benar-benar memperkuat sumber lokal Bali, seperti penggunaan aksara Bali, busana adat Bali, endek Bali, arak Bali, garam dari Bali serta kebutuhan pertanian juga. 

“Jika ini dijalankan dengan baik, maka perputaran ekonomi akan terjadi di Bali dan kesejahteraan mutlak milik rakyat Bali,” imbuhnya seraya mengtakan konspe itu sudah dituangkannya dan dikembangkan dalam konsep Ekonomi Kerthi Bali, yang intinya semua sumber kekayaan dari Bali dikembangkan sehingga bernilai ekonomi, namun tanpa merusak ekosistem Bali itu sendiri. 

Mengenai perayaan Tumpek itu sendiri, Gubernur Koster juga mengapresiasi masyarakat yang mulai mengimplementasikan serta merayakannya secara sekala dan niskala sejak SE no 4 tahun 2022 dikeluarkan. Masyarakat mulai memunculkan Kembali upakara-upakara yang sempat ditinggalkan, serta mengimplementasikan secara sekala dengan merawat alam Bali beserta isinya dengan baik. 

“Jika dulu perayaan Tumpek ini dirayakakan suka-suka oleh orang perorang, tidak serentak. Namun, sekarang bisa kita rayakan secara bersama-sama sembari memunculkan Kembali makna dari setiap Tumpek itu sendiri,” jelasnya.

Di akhir sambutan, ia berharap ke depan Perayaan Tumpek bisa dirayakan secara konsisten sesuai makna yang terkandung di dalamnya. 

“Bulan depan kita akan rayakan Tumpek Landep, sesuai dengan maknanya mempertajam pikiran dan ilmu pengetahuan, maka kita aka nisi dengan Bali Digital Festival. Nanti melalui Bappenas dan Kominfo Bali akan dijadikan proyek percontohan nasional sebagai 100% coverage networking. Jadi kita akan laksanakan secara masiv digitalisasi di berbagai sektor,” imbuhnya. 

Yang tak penting menurutnya adalah perayaan Tumpek Krulut itu sendiri, sebagai hari raya kasih sayang atau tresna asih masyarakat Bali itu sendiri. 

“Jadi kita terapkan Tumpek Krulut atau hari kasih sayang Bali secara sekala dan niskala sesuai dengan warisan leluhur. Jika kita implementasikan ini dengan benar, maka kita bisa memunculkan karakter dan jati diri masyarakat Bali. Pembangunan Bali yang berkarakter dan berkebudayaan Bali bisa kita gaungkan. Bali akan tampil 100% Balinese, atau dalam istilah kita sendiri Bali Kui,” tandasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha sebelumnya melaporkan bahwa Perayaan Tumpek Wayang ini sendiri merupakan implementasi dari SE Gubernur Bali Nomor 4 tahun 2022 tentang Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi yang telah diedarkan secara luas ke Lembaga vertical, Pemerintah kabupaten/Kota, Mejelis Desa Adat, Lembaga Pendidikan, Desa/Lurah se-Bali, Organisasi serta masyarakat Bali.

Perayaan Jagad Kerthi oleh Pemprov Bali kali ini sendiri dilakukan secara 3 tahap karena bertepatan juga dengan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1944. Yang pertama yaitu Tawur Kasanga di Pura Agung Besakih, kedua Perayaan Hari Raya Nyepi, serta sekarang Perayaan Tumpek Wayang. Untuk Perayaan Hari Raya Nyepi sebagai apresiasi terhadap kreativitas Yowana, maka diadakan lomba ogoh-ogoh yang memperebutkan hadiah sejumlah uang tunai, dengan rincian juara 1 mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 50.000.000,-, juara kedua mendapatkan uang tunai senilai Rp. 35.000.000,-, serta hadiah ketiga memperebutkan uang tunai sebesar Rp. 25.000.000,-. Selain itu 144 nominasi terbaik kecamatan juga akan diberikan hadiah masing-masing sebesar Rp. 5.000.000,-. 

Perayaan Tumpek Wayang sendiri diisi dengan berbagai agenda seperti peluncuran PLTS di Jalan Tol Bali Mandara, pameran kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, serta penyerahan Wayang Kulit dan Gender kepada Pengempn Pura Agung Besakih.

Dalam pelaksanaan Tumpek Wayang kali ini dilakukan kegiatan secra sekala dan niskala. Kegiatan secara niskala yaitu pecaruan tilem kasanga dan sembahyang bersama, sementara kegiatan secara sekala diisi dengan resik sampah, penggunaan energi bersih, pembatasan penggunaan bahan plastik dan pameran produk hasil pertanian organic. 

Perayaan Tumpek Wayang dan Tumpek lainnya akan menjadi lagu kehidupan masyarakat Bali untuk menjaga keharmonisan manusia dan alam sekitarnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com