Creativetalks Pojok Literasi, "Pantai Ciamik Tanpa Sampah Plastik" - Dewata News

Breaking News

9/24/21

Creativetalks Pojok Literasi, "Pantai Ciamik Tanpa Sampah Plastik"

 

Badung, dewatanews.com - Tahukah kamu, Laut kita sedang berada dalam masalah dan dalam keadaan tidak baik-baik saja?

Menurut Jenna R. Jambeck dalam artikelnya Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean (2015) mengatakan, Indonesia merupakan kontributor sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, dengan estimasi 0,48–1,29 juta metrik ton per tahun.

Menurut Lebreton dalam River Plastic Emissions to The World’s Oceans (2015), masalah sampah di Indonesia umumnya disebabkan oleh aktivitas antropogenik dari darat yang kemudian masuk ke laut melalui sungai-sungai yang ada. Data menunjukkan, sebanyak 80% sampah laut berasal dari sampah yang dihasilkan di daratan yang berasal dari kegiatan antropogenik manusia. Sementara itu, sampah asli yang dihasilkan dari aktivitas laut sendiri hanya sejumlah 20%.

"Kondisi-kondisi seperti ini yang perlu kita kelola dengan baik, yang direfleksikan dalam langkah-langkah komunikasi, informasi, dan penyadar-tahuan atau edukasi (KIE), " ungkap Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary pada Jumat (24/9).

Dalam hal ini, Kementerian Kominfo melakukan upaya edukasi generasi milenial, melalui Webinar Creativetalk Pojok Literasi, "Pantai Ciamik tanpa sampah plastik". Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemenkominfo, Septriana Tangkary; Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, KKP/Koordinator Pokja 3 Tim Pelaksana RAN PSL, Muhammad Yusuf; Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju, Lana T Koentjoro; dan Ketua Trash Hero Indonesia, I Wayan Aksara.

Selanjutnya Muhammad Yusuf menyampaikan berdasarkan laporan International Coastal Cleanup 2018, dari total sampah yang terkumpul sebesar 20.824.689 jenis sampah menyebutkan sampah puntung rokok menempati posisi pertama dengan jumlah 2.412.151. Sementara sisanya adalah sampah pembungkus makanan dan sampah plastik berupa botol minuman, kantong keresek, sedotan plastik, wadah plastik, tutup minuman plastik dan styrofoam.

"Yang harus kita lakukan dalam menangani sampah, antara lain mengurangi penggunaan produk sekali pakai (reduce), menggunakan ulang (reuse), mendaur ulang (recycle), mendukung dan turut serta dalam gerakan penghentian dan pencegahan produk-produk sekali pakai (refuse), dan perubahan mindset masyarakat bahwa laut bukan "keranjang sampah" (rethink), ungkap Yusuf.

Yusuf menghimbau agar masyarakat bersama-sama melindungi laut Indonesia dari sampah agar Laut bersih, ekosistem laut sehat, ikan melimpah, dan masyarakat sejahtera.

Selanjutnya I Wayan Aksara menghimbau generasi milenial untuk jangan berfikir mengelola sampah, tapi mulailah berfikir cara mengurangi sampah.

"Fokus penanganan sampah sebaiknya dilakukan dari hulu agar tujuan untuk mengurangi sampah tercapai. Jika masyarakat semakin sadar akan bahaya plastik dan mengurangi penggunaannya dalam kegiatan sehari-hari,  maka produksi sampah pun akan semakin berkurang.  Produksi sampah yang dapat diminimalisir dapat membuat beban pengelolaan sampah di hilir akan semakin kecil", tambah I Wayan.

Selanjutnya Lana T Koentjoro menjelaskan bahwa peran perempuan dalam menanggulangi sampah, tentunya dimulai dari keluarga, sebagai ibu rumah tangga harus pintar dan bijak dalam mengelola sampah. Bagaimana memilah sampah, sampai dengan usaha kreatif dalam menambah pemasukan dalam rumah tangga.

"Dalam menanggulangi sampah, perempuan bisa melakukan pemilahan sampah dari rumah. Dengan pemilahan sampah, kita bisa mengurangi volume sampah yang langsung dibuang ke TPA. Dengan kreativitas, sampah juga bisa didaur ulang dan mendapatkan nilai ekonomis, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga", lanjut  Lana.

Kegiatan Webinar Pojok Literasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo. Agenda diawali bersih-bersih sampah di Pantai Kuta diikuti oleh 50 peserta lalu dilanjutkan webinar yang diikuti  25 peserta offline dan 303 peserta online melalui zoom dan live streaming youtube DJIKP.

Sebagai penutup Septriana menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.  "Ayo Pakai Masker, Ayo Cepat Vaksin! Vaksinasi mengurangi risiko sakit berat dan menurunkan tingkat kematian akibat Covid-19. Tetap pakai masker dan jalankan protokol kesehatan setelah vaksin untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19," tutup Septriana.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com