3 Tahun Pimpin Bali, Gubernur Koster Tak Masalah Dapat Hujatan dan Cacian dari Masyarakat - Dewata News

Breaking News

9/5/21

3 Tahun Pimpin Bali, Gubernur Koster Tak Masalah Dapat Hujatan dan Cacian dari Masyarakat

 

Denpasar, dewatanews.com - Dalam memperingati 3 tahun memimpin Bali untuk periode 2018-2023, Gubernur Bali Wayan Koster pada Minggu (5/9) pagi menyampaikan berbagai capaian program yang tertuang dalam visi pembangunan Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali".


Dalam sambutannya, sejak dilantik sebagai Gubernur Bali Periode 2018-2023 berpasangan dengan Wakil Gubernur, Tjok Oka Sukawati, oleh Presiden RI Joko Widodo, pada Rabu (5/9/2018) di Istana Negara, Jakarta, Gubernur Koster berketetapan hati untuk melaporkan kinerja dan capaian pembangunan pada setiap tahun kepemimpinan. Laporan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusional, politik, dan moral Gubernur dan Wakil Gubernur kepada seluruh Krama Bali yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin Bali melalui Pemilu Kepala Daerah pada tanggal 27 Juni 2018. 

 

"Hari ini, tepat 3 tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, ijinkan Saya menyampaikan pidato laporan pencapaian kinerja dan pembangunan Bali. Sesuai janji politik yang Saya sampaikan pada saat kampanye, bahwa kepemimpinan Saya bersama Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Sukawati, senantiasa meneguhkan komitmen secara konsisten melaksanakan visi, misi, arah kebijakan, dan Program Prioritas Pembangunan Daerah Bali yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023," ungkap Gubernur Koster didampingi Wagub Tjok Oka Sukawati.


Dikatakan Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini, dalam waktu 3 tahun kepemimpinannya telah berhasil memberlakukan sejumlah peraturan baru yang benar-benar sangat progresif, transformatif, dan inovatif berkaitan dengan komitmen kuat dan kebijakan strategis dalam menjaga Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali. Sejumlah pihak dari kalangan masyarakat lokal, pimpinan nasional, bahkan pemimpin internasional memberi apresiasi terhadap peraturan dan kebijakan Gubernur Bali, yang sangat berpihak pada kearifan lokal dan telah terbukti mampu mendorong perubahan sosial dalam membangun tatanan kehidupan Bali Era Baru.

 

Meski demikian, Ia menyadari bahwa ada banyak pihak yang tidak suka terhadap kepemimpinan membangun Bali terlebih disaat pandemi Covid-19 sekarang ini.

 

"Kepada pihak yang telah menyampaikan saran konstruktif dan kritik keras-pedas,  terhadap kritik keras dan pedas yang disampaikan melalui media sosial tersebut, Saya memandang sebagai suatu kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam pelaksanaan pembangunan Bali.  
Dalam konteks inilah, Saya menyadari sepenuhnya bahwa Alam Bali beserta Isinya; pada akhirnya secara alamiah membangun kesadaran Saya, secara tulus menerima berbagai sikap pribadi masyarakat terhadap Pemimpinnya; ada yang menghargai, memuji, menghormati; atau sebaliknya, ada yang mencaci-maki, menghujat, bahkan memfitnah. Terhadap semua itu, Saya terima dengan ruang yang sama," jelasnya. 

 

Lebih lanjut dikatakan Koster, layaknya lautan luas nan dalam, Ia selalu menampung apa pun yang datang, dan pada akhirnya dilebur di dalamnya. Begitu juga jiwa dan raganya dikatakan Koster sudah menjadi ruang yang luas untuk menerima kehadiran berbagai sikap pribadi masyarakat dalam posisi yang sama.  
 

"Bahkan terhadap yang mencaci-maki, menghujat, dan memfitnah, Saya maknai sebagai bagian dari proses pembersihan jiwa dan raga Saya, sehingga pribadi Saya yang banyak kekurangan menjadi lebih baik dan semakin matang sebagai pribadi dan Pemimpin Bali. Astungkara, pada saatnya akan tiba, semua itu Saya jawab dengan hasil kerja yang Saya pertanggungjawabkan secara niskala-sakala," ujarnya.

 
Sebagai manusia biasa, Koster mengatakan jika dirinya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, salah kata, salah sikap, salah tindakan dalam memimpin pembangunan Bali, oleh karena itu Ia mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Bali.

 
"Saya bersama Wakil Gubernur Bali menegaskan kembali, siap ngayah secara total, lascarya niskala-sakala, untuk memimpin pembangunan Bali, melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus, tulus, dan lurus dalam kondisi apa pun," tambahnya.
 
Pada kesempatan ini, Koster mengajak seluruh masyarakat Bali dan generasi muda, agar berpartisipasi aktif, solid bergerak, dengan meneladani ajaran Bung Karno yakni: bergotong-royong; pembantingan tulang bersama, memeras keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua, guna mewujudkan Visi: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana memasuki Bali Era Baru.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com